Tanri Abeng Beberkan 'Sakit' BUMN yang Harus Disembuhkan Anak Muda

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 25 Agu 2021 12:01 WIB
Mantan Menteri BUMN Tanri Abeng. Rachman Haryanto/detikcom.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Menteri BUMN Pertama RI, Tanri Abeng mengungkapkan saat dia menjabat pada 1998 kondisi 159 BUMN kala itu memiliki karakteristik monopolistik, birokratis, comfort zone. Menurutnya hal itu yang harus diubah sekarang ini.

"Kementerian BUMN mengkonsolidasikan 159 yang pada saat itu 23 tahun yang lalu dari 17 kementerian. Jadi karakteristik BUMN kita waktu itu oleh pemimpinnya monopolistik, birokratis, comfort zone, itulah yang harus diubah," kata dia dalam acara BUMN Muda, Rabu (25/8/2021).

Dia berharap pemimpin-pemimpin muda BUMN saat ini bisa mengubah itu. Namun, menurutnya jangan menunggu waktu yang lama, proses yang dilakukan harus sesegera mungkin.

"Transformasi adik-adik BUMN muda saat ini you're not in that situation. Kalian ini starting point-nya bagus tidak di situasi saat itu. Akan tetapi perlu proses yang harus terakselerasi kita nggak bisa menunggu 20 tahun lagi untuk pengembangan kepemimpinan BUMN ini," terangnya.

Untuk itu dia berharap program leadership yang diluncurkan oleh BUMN kali ini bisa menciptakan pemimpin baru. Dia berharap para direktur bisa memberikan mentoring kepada timnya agar bisa meninggalkan kesuksesannya.

"Apakah ada waktu dirut ini bisa memonitoring? Satu Dirut paling tidak 5 sampai 4 direksi. Jadi, sepertiga waktu Dirut itu just to mentoring, to communicate, kepada orang-orang di bawah dia. Setelah dia berakhir dia bisa meninggalkan suksesinya," katanya.

Menurutnya, meninggalkan kesuksesan dari seorang pemimpin kepada bawahannya bukan hanya masalah pada BUMN tetapi juga masalah untuk kabinet negara.

(eds/eds)