Bukan Orang Dalam, Ini Kunci Anak Muda Kalau Mau Jadi Bos di BUMN

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 25 Agu 2021 11:13 WIB
Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar/nz
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Pernah berpikir untuk menjadi pimpinan di BUMN meski di usia muda? Jangan berharap lewat jalan pintas seperti misalnya dengan 'jalur orang dalam' alias mengandalkan privilese ya.

Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury, mengungkap setidaknya ada tiga hal yang harus dimiliki jika ingin bisa menjadi bos di BUMN, apakah itu menjadi direksi hingga sekelas wakil menteri. Tiga hal yang harus dimiliki itu adalah integritas, jiwa kepemimpinan (leadership), dan kepemimpinan intelektual.

"Talent yang kita punya ini harus siap menjadi direksi, siap menjadi wamen, siap menjadi pengganti kita semua. Saya bilang, intinya kalau mau kerja di BUMN itu ada intinya tiga, integritas, leadership, dan intelektual leadership," kata dia dalam acara BUMN Muda, Rabu (25/8/2021).

Dia merinci kenapa tiga hal itu menjadi hal penting bagi semua pemimpin. Untuk integritas, penting karena banyak keputusan yang harus diambil, kemudian nantinya integritas itu harus di kembangkan kepada semua tim.

"Integrity itu penting banget, karena kita akan mengambil keputusan penting, keputusan triliunan rupiah. Sebagai pimpinan yang harus memiliki integritas yang juga dikembangkan ke tim kita semua," jelasnya.

Kemudian, leadership menjadi penting untuk membuat dan memperjelas planning hingga eksekusi sebuah pekerjaan. Tidak hanya itu, dengan leadership, seorang pemimpin harus bisa mempunyai komunikasi yang baik.

"Orang bisa mengerti yang kita mau apa, yang mau kita eksekusi itu gimana, kemampuan kita melakuan dalam eksekusi itulah top leadership. Seharusnya Indonesia menjadi top leader juga," terangnya.

Menurutnya orang-orang Indonesia harus bisa menjadi top leader, bukan hanya di negara sendiri tetapi juga bisa diakui di dunia. Dia mencontohkan ada generasi muda RI yang sudah diakui kemampuannya oleh dunia.

"Beberapa anak kita di bio farma menjadi searcher di bidang vaksin yang salah satunya tim dari Bio Farma, di sini ini juga ada leader juga berasal dari e-commerce sudah menjadi triliuner juga,"tutupnya.

(eds/eds)