Erick Thohir: Kalau Ada yang Korupsi di BUMN, Lapor Saya!

ADVERTISEMENT

Erick Thohir: Kalau Ada yang Korupsi di BUMN, Lapor Saya!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 25 Agu 2021 10:22 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir pakai baju adat Lampung
Foto: Dok Istimewa
Jakarta -

Kasus korupsi terkait pengelolaan keuangan dan usaha Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) pada 2016-2019 diharapkan bisa segera tuntas.

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan Kementerian BUMN mendukung penuh dan menghormati proses penyidikan yang dilakukan Kejaksaan Agung terhadap Perum Perindo.

Hal ini agar citra perusahaan BUMN itu bisa kembali positif. Erick menjelaskan sejak menjadi Menteri BUMN, dirinya terus menekankan pentingnya penerapan core value AKHLAK di Kementerian dan seluruh perusahaan BUMN.

"Kasus Perum Perindo merupakan kasus lama, sebelum saya menjabat, karena itu saya mendorong semaksimal mungkin agar kasus ini tuntas dan direksi-direksi yang mengetahui terlibat, siap mempertanggungjawabkan," kata dia dalam siaran pers, Rabu (25/8/2021).

Erick juga terus melibatkan lembaga pengawasan keuangan pemerintah, seperti BPKP, BPK dan Kejaksaan Agung serta KPK untuk memberikan edukasi dan pengawasan keuangan negara.

"Kasus Perum Perindo di tahun 2017 diharapkan bisa selesai secepatnya. Hal itu penting bagi Perum Perindo, sebagai perusahaan BUMN yang strategis untuk mewujudkan ketahanan pangan di sektor perikanan dan juga mensejahterakan nelayan kita," tambah dia.

Pihak Kejagung menjelaskan kasus ini terjadi pada 2017 ketika perusahaan menerbitkan medium term notes (MTN) atau utang jangka menengah untuk mendapatkan dana dari jualan prospek penangkapan ikan. Saat itu berhasil dikumpulkan Rp 200 miliar.

Dana hasil MTN itu digunakan untuk modal kerja perdagangan dan menimbulkan masalah kontrol transaksi yang lemah. Transaksi terus berjalan, meskipun mitra Perum Perindo yang terlibat terindikasi kredit macet.

Kontrol lemah dan pemilihan mitra kerja yang tidak hati-hati menjadikan perdagangan mengalami keterlambatan perputaran modal. Sehingga menjadi piutang macet dengan total nilai sebesar Rp 181.196.173.783.

"Kalau ada karyawan BUMN yang mengetahui indikasi korupsi, lapor saya! Saya tegas, tidak mentoleransi dan tidak kompromi terhadap praktik korupsi di lingkungan BUMN," ujarnya.

Tonton juga Video: Erick Thohir: Tak Mungkin BUMN Berpihak Pada Tenaga Kerja Asing!

[Gambas:Video 20detik]



(kil/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT