Sri Mulyani Tarik Utang Rp 468,1 T hingga Juli

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 25 Agu 2021 19:23 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani didampingi anggota dewan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan kerangka kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM PPKF) tahun 2022, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (20/05/2021).
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pembiayaan APBN turut mendukung pemulihan ekonomi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan pembiayaan didukung kondisi pasar yang kondusif dan kerja sama solid dengan Bank Indonesia (BI).

Dia menjelaskan untuk pembiayaan utang per 31 Juli 2021 tercatat Rp 468,1 triliun atau 39,8% terhadap APBN atau turun 9,7% secara year on year.

"Target SBN Bruto menurun sebagai dampak dari penggunaan SAL dan penurunan outlook nominal defisit," kata dia dalam konferensi pers APBN Kita, Rabu (25/8/2021).

Seiring membaiknya kondisi pasar keuangan, sejak lelang SUN 27 April 2021 dan SBSN 4 Mei tidak lagi dilakukan GSO sebagai dampak positif penurunan yield US Treasury terhadap pasar SBN.

Kemudian kontribusi BI dalam pembelian SBN hingga 20 Agustus 2021 sebesar Rp 136 triliun dengan komposisi SUN Rp 92,82 triliun dan SBSN Rp 43,19 triliun.

"Dengan pelaksanaan SKB III antara pemerintah dan BI terdapat penyesuaian target penerbitan SBN di pasar perdana," ujarnya.

Dengan komposisi SBN neto Rp 487,4 triliun atau 40,4% terhadap APBN. Selanjutnya pinjaman neto turun Rp 19,4 triliun atau turun 518,2%.

Kemudian pembiayaan investasi per 31 Juli tercatat turun Rp 48,6 triliun atau 26,3% terhadap APBN. Pemberian pinjaman tercatat Rp 0,4 triliun atau tumbuh 10,5%. Selanjutnya pembiayaan lainnya per 31 Juli 2021 tercatat Rp 26,7 triliun.

Bagaimana perkembangan indikator ekonomi makro? Cek halaman berikutnya.