Lonjakan Kasus Varian Baru COVID-19 Mengintai, RI Siap Pak Luhut?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 26 Agu 2021 17:56 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pandemi COVID-19 masih juga belum reda, bahkan ancaman varian virus baru masih juga membayangi Indonesia. Sebelumnya, saat varian virus delta masuk ke Indonesia lonjakan kasus terjadi dan memicu kondisi krisis pada bulan Juli lalu.

Mulai dari rumah sakit yang tidak bisa menampung pasien COVID-19, langkanya oksigen dan obat-obatan, dan tingginya kasus kematian. Lalu, jika situasi ini kembali terjadi pemerintah sudah siap?

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan saat ini sistem yang dibangun pemerintah sudah lebih siap menghadapi potensi lonjakan kasus yang bisa kembali terjadi. Meski begitu, dirinya sendiri berharap hal itu tidak lagi terjadi.

"Kalau sampai kejadian, kita ini lebih bagus daripada bulan Juli. Saya rasa kita lebih siap dari bulan Juli. Tapi ya bagusnya memang nggak terjadi lagi itu," ungkap Luhut dalam tayangan acara Forum Fristian di YouTube TVRI Nasional, dikutip Kamis (26/8/2021).

"Kita ingin dengan yang kita punya sekarang bisa dilalui ini dengan baik," ujarnya.

Bicara soal kesiapan pemerintah, Luhut yang juga menjadi koordinator PPKM Jawa Bali menjabarkan apa yang sudah disiapkan pemerintah. Misalnya saja kesiapan tempat tidur dan fasilitas kesehatan di rumah sakit. Jumlah fasilitas yang disiapkan menurut Luhut sudah sangat cukup.

Di sisi lain, untuk ketersediaan oksigen pun sudah lebih baik dibandingkan dengan saat lonjakan kasus di bulan Juli terjadi. Saat itu ketersediaan oksigen medis sangat kurang, bahkan terjadi kelangkaan.

"Kenapa lebih siap? Tempat tidur saja misalnya, di luar Jawa ada 42 ribu, di Jawa ada 49 ribu. Ini sudah kita siapin. Sekarang oksigen juga makin baik, ada banyak sekarang oksigen, relatif oke. Ada oksigen konsentrator, oksigen generator juga ada," ungkap Luhut.

Lebih lanjut dia menjamin ketersediaan obat-obatan juga sudah cukup dan tidak ada lagi kelangkaan. Di sisi lain jumlah vaksin juga sudah banyak, hanya tinggal percepatan penyuntikannya saja.

Luhut juga mengatakan sistem pendataan COVID-19 juga makin terintegrasi saat ini. "Pengalaman kita sistem data juga makin terintegrasi," katanya.

Seperti diketahui, virus COVID-19 terus menerus bermutasi dengan cepat. Dunia belum selesai mengendalikan varian Delta, kini varian lambda jadi momok baru.

Bahkan varian virus terbaru yang dikenal juga dengan nama resmi C37 sudah mulai menyebar ke negeri tetangga, Filipina. Ancaman lonjakan kasus lambda pun bisa saja terjadi seperti varian delta.

(eds/eds)