Luhut Minta Bos Shopee Bantu Jualan Produk Lokal RI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 26 Agu 2021 11:12 WIB
Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan bersama  Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo saat pembukaan rakornas Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (16/9/2015). Agung Pambudhy/detikcom.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku dirinya baru saja melobi pendiri dan petinggi Shopee untuk membantu memasarkan produk buatan dalam negeri Indonesia. Khususnya produk-produk buatan para UMKM.

Dia mengatakan baru tadi malam dia bertemu dengan petinggi Shopee, peningkatan pemasaran produk dalam negeri di platform Shopee menjadi salah satu pembicaraan utamanya.

"Saya tadi malam bicara dengan orang-orang dari Shopee, pendirinya Shopee juga, mereka saya minta supaya masuk dan bawa barang-barang buatan dalam negeri. Nah pemiliknya ini bersedia dan akan melakukan," ungkap Luhut dalam peluncuran Gernas BBI Pelangi Sulawesi, Rabu (26/8/2021).

Dia menekankan produk-produk dalam negeri yang diproduksi UMKM harus jadi yang utama dipasarkan di Shopee. "Bagaimanapun ekonomi kita ditunjang UMKM, backbone-nya ini UMKM," katanya.

Luhut mengatakan memang saat ini digitalisasi adalah kunci bagi pengusaha, tak terkecuali UMKM untuk memasarkan produknya. Pemerintah pun mendorong UMKM untuk on boarding alias masuk ke pasar digital dengan program Bangga Buatan Indonesia.

Semenjak diluncurkan pada bulan Mei 2020 yang lalu, hingga kini sudah 7 juta lebih UMKM yang mendaftar ke BBI. Luhut mengatakan kalau ditotal, setidaknya sudah ada 15 juta lebih UMKM di Indonesia yang masuk pasar digital.

"Dari Mei 2020 hingga Juli 2021 jumlah UMKM yang on boarding lebih dari 7 juta. Kalau ditotal semuanya ini akan dekat 15 juta atau lebih," papar Luhut.

Di sisi lain, Menteri Perdagangan M Lutfi memaparkan transaksi di pasar e-commerce Indonesia juga masih tumbuh subur. Hingga semester I tahun ini saja, nilai transaksinya mencapai Rp 186,7 triliun.

"Khusus transaksi e-commerce ini tumbuh signifikan di semester I mencapai 63,4%, dengan nilai transaksi Rp 186,7 triliun. Di akhir 2021 akan mencapai Rp 395 triliun," papar Lutfi dalam acara yang sama.

(eds/eds)