Holding UMi Dinilai Jadi Pendorong Daya Saing Pelaku Usaha Mikro

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Sabtu, 28 Agu 2021 12:50 WIB
Perajin menyelesaikan kerajinan tangan yang berbahan dasar batang enceng gondok kering di UMKM Wins Rajut, Pasuruan, Jawa Timur
Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan mendukung keberadaan Holding Ultra Mikro (UMi) yang merupakan gabungan dari tiga BUMN, yakni Bank BRI, Pegadaian, dan Permodalan Nasional Madani (PNM). Menurutnya, holding yang memfokuskan pada pemberdayaan usaha mikro ini akan mampu menyerap tenaga kerja target sebanyak 30 juta tenaga kerja.

"Ini adalah inovasi kelembagaan yang bagus sehingga berbagai potensi usaha mikro yang terserak dapat terkonsolidasi dengan baik. Tentu ujungnya adalah peningkatan daya saing sektor mikro secara nasional dan global. Sinergi ketiga BUMN dengan keunggulannya masing-masing diharapkan mampu memberikan daya ungkit signifikan bagi usaha mikro," ungkap Syarief dalam keterangannya, Sabtu (28/8/2021).

Sebagaimana diketahui, Bank BRI memiliki daya jangkau yang sangat luas, bahkan sampai ke pelosok. Dengan demikian, pelaku usaha mikro memiliki akses pendanaan yang terintegrasi dengan sektor perbankan. Di sisi lain, PNM memiliki program Mekaar yang telah mampu melakukan pembinaan dan penyaluran kredit produktif.

"Hal ini semakin diperkuat pula oleh keberadaan Pegadaian yang telah sedari dulu menjadi bagian integral dari masyarakat dalam mengakses kemudahan dalam pembiayaan. Dengan sinergi ketiga BUMN ini, kita percaya Holding BUMN UMi dapat lebih sistematis dan masif dan kemudahan dalam pembiayaan dan peningkatan pemberdayaan usaha mikro," jelasnya.

Menteri Koperasi dan UKM era SBY ini berharap terbentuknya Holding BUMN UMi mampu memberikan dukungan berkelanjutan, baik dari sisi pembiayaan, pelatihan kewirausahaan, maupun strategi penjualan sehingga produk mikro berdaya saing.

"Dengan transformasi ke dalam sektor formal, usaha mikro juga semakin memberikan daya dukung optimal bagi penerimaan negara, selain jaminan kesejahteraan bagi pekerjanya dan dapat juga menuntaskan masalah pengangguran dan kemiskinan yang saat ini masih tinggi," ungkapnya.

Di era digital ini, kata dia, BUMN UMi diharapkan mampu menjadi fasilitator dan katalisator dalam mengintegrasikan sektor mikro ke dalam pasar digital yang tengah berkembang. Dengan demikian, usaha mikro tidak terbatas pada daya jangkau domestik, namun juga mampu menembus pasar global.

Pasalnya, telah terbukti bahwa potensi usaha mikro sangatlah besar, namun potensi ini harus dapat di kanalisasi dan dikelola dengan baik disertai adanya keberpihakan dari Pemerintah. Daya dukung kelembagaan inilah yang diharapkan mampu mengakselerasi daya saing sektor mikro sehingga memberikan kontribusi signifikan dalam perekonomian nasional.

"Dengan adanya inisiatif pasar digital (PaDi) UMKM sebagai bagian integral dari tujuan pembentukan holding BUMN UMi ini, produk UMKM mampu menembus pasar mancanegara. BUMN UMi dapat berperan sebagai lokomotif yang menciptakan ruang, peluang, dan fasilitasi pasar agar produk UMKM semakin berdaya saing. Saya mendukung penuh terobosan kebijakan ini dalam kerangka pemberdayaan dan peningkatan daya saing UMKM," pungkasnya.

(akd/ega)