Bisnis UMKM Mau Digeber, Gimana Caranya?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 29 Agu 2021 18:33 WIB
Ilustrasi UMKM
Foto: dok. Tokopedia
Jakarta -

Usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Indonesia punya potensi yang besar. Maka itu, UMKM di Indonesia perlu untuk terus dikembangkan.

Sementara itu, GoTo sebagai salah satu grup teknologi terbesar di Indonesia saat ini tengah berupaya mempercepat akselerasi bisnis GoTo Finansial.

Head of Merchant Platform Business GoTo Financial, Novi Tandjung mengatakan, salah satu target bisnis GoTo Finansial adalah mendukung sektor UMKM di mana berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016 jumlahnya sekitar 65 juta. Menurut Novi, segmen UMKM tersebut sangat luas dan beragam. Mulai dari bisnis perdagangan besar, eceran dan reparasi. Kemudian industri pengolahan, jasa dan juga penyediaan akomodasi hingga kuliner.

"GoTo tidak hanya memberikan solusi kepada konsumen, tetapi juga menghadirkan solusi bisnis lengkap bagi pengusaha UMKM ritel untuk mengembangkan dan memperbesar skala usahanya di Indonesia. GoTo akan terus menggandeng dan mengembangkan pelaku usaha selain pengusaha kuliner dan penjual marketplace," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (29/8/2021).

Grup GoTo sendiri memiliki ekosistem e-commerce, layanan on-demand, dan finansial yang menghubungkan jutaan pelanggan, mitra driver, dan mitra merchant. Saat ini GoTo memiliki sekitar 2 juta mitra driver dan 11 juta mitra usaha.

Novi menambahkan, sebagai upaya untuk membantu penguatan sektor UMKM, GoTo Finansial telah melakukan sejumlah inisiatif. Salah satunya, dengan memperkenalkan solusi terbaru untuk pengembangan kompetensi UMKM non kuliner, yaitu Komunitas Retail GoTo Financial (Kontag). Program ini ditujukan kepada mitra usaha kecil menengah di berbagai industri mulai dari industri fesyen, handicraft, penyedia jasa kecantikan, hingga pedagang eceran.

"Melalui Kontag, kami ingin semakin memperluas manfaat kehadiran GoTo Finansial dengan merangkul berbagai lini pelaku usaha yang tidak hanya terbatas pada sektor kuliner," tambah Novi.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Oke Nurwan mengapresiasi langkah GoTo Financial dalam memberdayakan UMKM di dalam negeri. Terutama di saat kondisi pandemi seperti sekarang ini.

Adapun kendala-kendala yang dihadapi UMKM saat ini antara lain penurunan daya beli masyarakat, hambatan distribusi, hingga hambatan pada produksi akibat adanya pembatasan mobilitas yang diberlakukan pemerintah.

"Kehadiran GoTo Financial memberi peluang bagi pelaku bisnis ritel terutama UMKM untuk berkembang melalui solusi digital yang ditawarkan. Solusi ini diharapkan bisa menjadi satu sistem yang bisa menyelesaikan setidaknya beberapa permasalahan yang tadi disebutkan," kata Oke.

Sebelum pandemi, Gojek dan Kemendag telah menandatangani nota kesepahaman Memorandum of Understanding/MoU) untuk digitalisasi UMKM di pasar tradisional. Diharapkan upaya digitalisasi UMKM ini dapat terus menjadi komitmen dari Gojek dan GoTo Financial ke depannya.

"Kami menyampaikan dukungan dan apresiasi kepada GoTo Financial dalam upayanya untuk menyukseskan program pemerintah," terang Oke.

(acd/dna)