Lokasi Usaha Disita Satgas BLBI, Penyewa: Banyak Orang Cari Nafkah di Sini!

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 30 Agu 2021 15:34 WIB
Satgas Penganangan Hak Tagih Negara Dana BLBI mengamankan aset para obligor dan debitur yang memiliki urusan utang-piutang negara. Salah satunyaberupa tanah di kawasan Lippo Karawaci.
Foto: Achmad Dwi Afriyadi
Tangerang -

Para penyewa tempat untuk kantin dan restoran di Pusat Makanan Taman Sari, Kawasan Lippo Karawaci, Tangerang berharap tempat usahanya tidak ditutup. Lokasi tersebut merupakan salah satu aset yang kini dikuasai Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Charlie, salah satu penyewa berharap, tempatnya berdagangnya tidak ditutup. Sebab, kondisi serba sulit karena terdampak pandemi COVID-19.

Pria yang mulai menyewa dari tahun 2020 lalu ini mengatakan, pihaknya tak tahu jika lokasi tempatnya mencari uang tengah menjadi sengketa. Ia juga tak mendapat pemberitahuan atas masalah tersebut.

"Nggak ada (pemberitahuan), makanya kita berharap meski ada urusan utang piutang nggak berimbas. Ini kan diambil pemerintah harusnya pemerintah memikirkan kita," katanya kepada detikcom, Senin (30/8/2021).

"Jangan sampai disetop karena banyak orang berharap di sini, mencari nafkah di sini," tambahnya.

Apalagi, kata dia, lokasi kantin tempat berjualannya strategis. Kemudian, ada keringan d saat pandemi seperti sekarang. Dia mengatakan, biaya sewa di tempatnya turun dari sekitar Rp 4,5 juta menjadi Rp 1,2 juta per bulan.

"Saya di sini sewa masih manusiawi yang penting tetap bisa aktif jualan," katanya.

Hal senada juga disampaikan Deni yang menyewa di bagian dalam pusat kuliner tersebut. Ia mengaku, tak tahu adanya masalah sengketa tersebut.

Deni mengaku was-was jika suatu saat tempat usahanya diambil alih oleh pemerintah. Sementara, dia belum ada rencana jika lokasi usahanya ditutup.

"Was-was juga kalau suatu saat diambil pemerintah istilahnya sudah nyetel di sini. Tempatnya strategis," katanya.

Deni bercerita, tiap bulannya biasa membayar uang sewa Rp 7 juta. Biasanya, ia membayar uang sewa itu setahun sekaligus, di mana uang sewa itu bisa dicicil selama dua kali.

Pria yang telah menyewa selama 6 tahun ini bercerita, sebelum pandemi, pandapatan yang ia terima bisa menutup biaya sewa tersebut. Selama PPKM, ia mengaku kesulitan menutup biaya itu karena sepinya pengunjung.

"Kalau rame nutup, kalau PPKM sepi, nggak nutup, berat," ujarnya.

(acd/eds)