RI Kedatangan Lagi 331 Juta Dosis Vaksin Sampai Desember

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 31 Agu 2021 10:22 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) memberikan keterangan pers terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jakarta, Senin (23/8/2021). Pemerintah memutuskan mulai 24 Agustus hingga 30 Agustus 2021, beberapa daerah bisa diturunkan levelnya dari level 4 jadi level 3. ANTARA FOTO/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden/aww.
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut akan ada tambahan vaksin COVID-19 yang masuk ke tanah air selama Agustus-September 2021. Total keseluruhannya diperkirakan mencapai 331.675.000 dosis.

Jokowi mengatakan dari total di atas baru 331.675.000 dosis vaksin COVID-19 yang sudah pasti. Sayangnya dia tidak menyebutkan merek vaksin apa yang akan datang itu.

"Tambahan vaksin selama Agustus sampai Desember 2021 yaitu sebesar 331.675.000 dosis dengan rincian 258.675.000 yang sudah fix dan 73.000.000 unfixed atau menunggu perkembangan lebih lanjut," kata Jokowi dalam pembukaan Kongres ISEI XXI secara virtual, Selasa (31/8/2021).

Jokowi menjelaskan program vaksinasi, ketersediaan obat antivirus, hingga oksigen akan terus menjadi prioritas pemerintah sambil masyarakat diminta tetap patuhi protokol kesehatan. Hingga saat ini sebanyak 61,5 juta atau 29,5% warga telah mendapatkan vaksinasi tahap I dan 34,8 juta atau 16,7% warga telah mendapatkan vaksinasi tahap II.

"Ketersediaan obat antivirus dan oksigen juga tetap menjadi prioritas, paket vitamin dan obat untuk masyarakat yang menjalani isolasi mandiri juga terus kita distribusikan ke seluruh daerah. Tapi semua ini harus disertai dengan kedisiplinan kita menjalankan protokol kesehatan, 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak," jelasnya.

Jokowi menyebut kasus COVID-19 di Indonesia terus menurun dalam dua minggu terakhir. Kasus konfirmasi positif disebut menurun sebesar 86,9%, angka kesembuhan lebih tinggi dibanding penambahan kasus, keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) nasional juga turun saat ini 27%.

"Alhamdulillah kasus COVID-19 di Indonesia sudah melewati puncaknya dan turun signifikan dalam dua minggu terakhir ini. Akan tetapi kita tidak boleh lengah, kita harus tetap waspada. Kita semua harus tetap terus meningkatkan upaya kita untuk mengendalikan pandemi ini," tuturnya.



Simak Video "Polemik Vaksin Berbayar, 70 Persen Masyarakat Tidak Setuju"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/zlf)