Harga Cabai Anjlok ke Bawah Goceng, Petani Banting Setir Tanam Bawang

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 31 Agu 2021 11:10 WIB
Desa Lubuk Cuik, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, jadi sentra produksi cabai di Sumatera Utara.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama/detikcom
Jakarta -

Harga cabai di tingkat petani merosot ke Rp 4.000-5.000 per kilogram (kg). Hal ini diakui oleh para petani sehingga mereka terpaksa beralih menanam tanaman lain, seperti bawang merah dan bawang putih.

"Sekarang ini petani memang lagi susah, pusing juga. Harga cabai keriting Rp 4.000-5.000/kg, cabai rawit Rp 8.000/kg. Biaya panen saja sudah Rp 3.000-2.000/kg," kata Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI), Abdul Hamid kepada detikcom, Senin (31/8/2021).

"Selalu disarankan untuk menanam tanaman lain, umumnya petani dari awal tumpang sari. Jadi, mereka tidak hanya menanam cabai tetapi juga menanam bawang merah-bawang putih juga. Itu banyak yang seperti itu. Ada juga yang akhirnya baru menanam tanaman lain juga," jelasnya.

Dengan menanam tanaman lain, petani bisa meminimalisir risiko yang ada seperti anjloknya harga cabai saat ini. Namun, Hamid mengkhawatirkan jika penurunan harga terus terjadi petani juga enggan untuk menanam tanaman lain.

"Kan lebih baik meminimalkan risiko. Tetapi yang saya khawatirkan petani juga malas untuk menanam tanaman lain karena sudah tidak ada modal lagi," katanya.

Selain itu, jika penurunan harga dan permintaan yang minim terus terjadi dikhawatirkan petani akan enggan untuk menanam tanaman. Hal itu akan menyebabkan tingginya harga pada akhir tahun ini yang bertepatan dengan Hari Raya Natal dan tahun baru.

"Yang saya khawatirkan adalah nanti kalau mereka (petani) tidak bisa merawat tanamannya dari sekarang dikhawatirkan di bulan November dan Desember itu akan masalah. Harganya akan tinggi, ditambah lagi hari raya besar Natal, Tahun Baru, kemudian mendekati Lebaran," terangnya.

"Saat itu stok juga akan menipis, Kalau bulan itu musim hujannya lebat, itu juga akan semakin parah keadaannya," tutupnya.

(ara/ara)