Terungkap! Ini Sederet Alasan Obligor BLBI Banyak Tinggal di Singapura

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 31 Agu 2021 11:58 WIB
View of the merlion statue of Merlion Park, and the financial district in downtown Singapore. The merlion is a symbol and mascot of Singapore.
Foto: Getty Images/Marcus Lindstrom
Jakarta -

Kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) menyita perhatian khalayak. Pasalnya, utang tersebut telah merugikan negara sebesar Rp 110,45 triliun.

Pemerintah pun mengejar para obligor di dalam negeri hingga ke luar negeri dengan lokasi terbanyak di Singapura.

Nampaknya, Singapura tak hanya menjadi negara yang menarik dan nyaman untuk menjadi lokasi wisata warga Indonesia, tetapi juga menjadi tempat pelarian.

Pengamat Ekonomi dari Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan mengatakan, alasan Singapura menjadi negara tujuan para obligor bisa jadi karena tidak adanya perjanjian ekstradisi dengan Indonesia. Selain itu, sistem keuangan Singapura juga dinilainya sangat rahasia.

"Singapura-Indonesia tidak ada Perjanjian Ekstradisi dan sistem keuangan Singapura sangat rahasia sampai 2018. Meskipun sekarang dipaksa untuk sedikit terbuka melalui perjanjian multilateral yang dinamakan AEOI, Automatic Exchange of Information, tapi Indonesia tidak mudah mendapatkan informasi untuk itu," kata Anthony kepada detikcom, Selasa (31/8/2021).

Tidak adanya perjanjian ekstradisi membuat Indonesia tidak dapat meminta Singapura menyerahkan orang-orang yang tersangkut perkara hukum di dalam negeri yang kabur ke negara tersebut. Anthony mengatakan, dalam kasus BLBI, orang cenderung menyimpan di bank dengan kerahasiaan ketat salah satunya di Singapura.

"Setiap orang yang mempunyai uang secara tidak sah akan menyimpan uangnya di negara tax haven atau yang mempunyai kerahasiaan bank sangat ketat seperti Swiss dan Singapura. Dalam kasus BLBI, uang hasil BLBI yang tidak sah, disimpan di negara-negara tersebut sehingga aman dari jangkauan otoritas Indonesia," ujarnya.

Dia mengatakan, pemerintah Indonesia dalam hal ini Satgas BLBI dapat melakukan pemeriksaan bank di luar negeri jika sudah ada keputusan bersalah dari pengadilan. Untuk kasus BLBI masih berjalan sampai pemanggilan oblogir oleh Satgas BLBI dan akan dilanjutkan oleh Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun).

"Pemeriksaan bank di luar negeri kalau ada keputusan bersalah dari pengadilan berkekuatan tetap. Di manapun tidak bisa kalau tidak ada keputusan pengadilan," tuturnya.

Lihat juga video 'Minta Pengutang Kooperatif, Mahfud Ancam Bawa Kasus BLBI ke Ranah Pidana':

[Gambas:Video 20detik]



Singapura sangat melindungi data dan informasi. Cek di halaman berikutnya.