Waspada Tipu-tipu Investasi Lewat Aplikasi Kencan Online

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 31 Agu 2021 14:31 WIB
Menemukan pasangan lewat aplikasi
Foto: Istock
Jakarta -

Investasi bodong memiliki banyak cara untuk menjaring mangsa. Mulai dari cara penawaran melalui SMS, media sosial, internet sampai ke aplikasi kencan.

Karena itu pengguna aplikasi kencan ini juga harus waspada dengan modus-modus tersebut. Salah satunya Risky Dhamayanti yang menjadi korban.

Dia sempat berkenalan dengan penipu tersebut pada November tahun lalu. Pria tersebut mengaku bernama Noah Fang dan memiliki kewarganegaraan Hong Kong.

Risky menceritakan, ketika itu Noah mengaku bekerja di sebuah perusahaan di Singapura. Namun Noah berencana membuka usaha di bidang logistik di Indonesia.

Namun bidang logistik tersebut tak ada kabar lagi. Hingga akhirnya Noah menawarkan sebuah aplikasi trading kepada Risky.

"Dia waktu itu menjelaskan investasi seperti digital currency, menurutnya beda dengan kripto dan bitcoin. Saya sempat dikasih link website Jianhong Era dan bisa saya lihat-lihat, memang muncul tampilan seperti aplikasi trading," kata Risky saat berbincang dengan detikcom, Selasa (31/8/2021).

Risky mengungkapkan Noah sangat lancar menjelaskan keuntungan-keuntungan yang akan didapatkan jika berinvestasi di website dan aplikasi tersebut. "Dia menyampaikannya meyakinkan banget, keuntungan bisa sampai 20%," ujar Risky.

Hingga akhirnya Risky melakukan deposit pertama sebesar Rp 2 juta. Tapi memang, saat itu aplikasinya yang menjalankan dia dan Noah. Hingga deposit dan penarikan ketiga belum ada tanda-tanda merugikan dari investasi tersebut.

Selanjutnya awal tahun ini, dia mulai kesulitan untuk menarik uangnya. Noah menyebut, kala itu dia harus melakukan topup lagi ke aplikasi supaya uangnya bisa ditarik. "Waktu itu masih mikir aduh sayang banget kalau nggak ditopup, masih percaya juga kalau itu bukan penipuan. Beberapa ratus juta waktu itu," tambah dia.

Kemudian, Noah meyakinkan Risky lagi untuk topup agar mendapatkan bonus Rp 200 juta. Namun akhirnya Risky curiga dengan permintaan-permintaan Noah terkait topup tersebut. Seperti yang harus membayar pajak sampai pembayaran lainnya. Sampailah nomor Risky diblok dan Noah tak bisa dihubungi.

Risky menyebut dia dan Noah belum pernah bertemu secara langsung, hanya berkomunikasi melalui Whatsapp. Termasuk berkomunikasi untuk investasi di aplikasi tersebut.

Dia berupaya untuk mengajak Noah bertemu dan membicarakan masalah tersebut. Hingga akhirnya dia melaporkan Noah ke Polda Metro Jaya. Di sana, dia bertemu dengan seseorang yang juga melaporkan Noah karena melakukan penipuan yang sama.

Setelah itu Risky menggunakan akun palsu di Tinder dan dia mendapati akun Noah masih ada. Kemudian mereka terhubung dan Noah menawarkan modus yang sama.

Saat itu Noah memberikan nomor Indonesia. Ketika Risky menyimpan dan mencari informasi di GetContact dia mendapatkan nama yang tercantum Noah Penipu, Penipu dari Hong Kong.

"Akhirnya saya laporkan ke Polda Banten untuk masalah ini. Ini karena rumah saya masih masuk wilayah Banten," jelasnya.

Lihat juga video 'Sopir Hotel Ngaku Anggota Polisi, Tipu Pengusaha Rental Mobil Rp 108 Juta':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/dna)