Polling detikcom

Vaksin Gratis Disetop buat 'Sultan' RI Tahun Depan, Setuju Nggak?

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 01 Sep 2021 06:24 WIB
Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Stadion Sultan Abdul Syarif Abdurrahman (SSA), Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (18/6/2021). Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menggelar vaksinasi massal COVID-19 untuk masyarakat setempat selama tiga hari dengan target 500 orang per hari. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSANG
Jakarta -

Pemerintah tidak lagi memberikan jatah vaksin gratis tahun depan untuk orang kaya dan tergolong mampu. Hal ini diungkapkan oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Menurutnya, saat ini 52 juta orang setidaknya sudah aman secara ekonomi atau masuk dalam kelas menengah. Jumlahnya ini akan terus berkembang tahun ke tahun, bahkan dia menyebut bisa saja ada 100 juta orang kaya di Indonesia tahun depan.

"Tahun depan nggak mau lagi kita memvaksin orang menengah ke atas yang jumlahnya mungkin lebih dari 100 juta itu," ungkap Luhut dalam acara Forum Nasional Kemandirian dan Ketahanan Industri Alat Kesehatan, yang disiarkan melalui YouTube Farmalkes TV, Senin (30/8/2021).

Luhut mengatakan memang kelas menengah di Indonesia ini tumbuh dengan cepat. "Kelas menengah ini tumbuh lebih cepat dari kelompok lain," ungkapnya.

Sejalan dengan pernyataan Luhut, sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga sudah membeberkan rencana vaksinasi mandiri atau berbayar.

Rencana vaksin berbayar itu akan dijalankan mulai tahun depan dan akan diberlakukan untuk masyarakat yang mampu alias orang kaya demi mempercepat program vaksinasi COVID-19.

Hal itu diungkapkan Sri Mulyani saat memaparkan Tanggapan Pemerintah terhadap Pandangan Umum Fraksi atas RUU APBN 2022 beserta Nota Keuangannya.

"Upaya percepatan vaksinasi dilakukan melalui pelaksanaan program vaksinasi yang dibiayai APBN, juga untuk tahun depan ada skema vaksinasi mandiri pada kelompok masyarakat yang mampu," papar Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR, Selasa (24/8/2021).

Di lain hal, vaksinasi mandiri ini diharapkan dapat membantu mempercepat kekebalan komunitas. Termasuk bagi mereka yang sulit mendapatkan akses vaksinasi seperti ekspatriat yang tinggal di tanah air.

Detikers sendiri setuju nggak dengan penghentian vaksinasi gratis untuk para sultan alias orang kaya? Ikuti polling di bawah ini dengan pilih setuju atau tidak setuju. Jangan lupa tuliskan alasannya pada kolom komentar. Polling akan ditutup hingga Kamis (2/9/2021) pukul 09.00 WIB.

Lihat juga Video: Lobi-lobi Menkes ke AS Bikin RI Dapat Jutaan Dosis Vaksin Gratis

[Gambas:Video 20detik]



(dna/dna)