Ekonomi India Melonjak 20%!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 01 Sep 2021 10:58 WIB
India is home to hundreds of railway crossings that are unmanned and particularly accident prone, with motorists often ignoring oncoming train warnings AFP/MANAN VATSYAYANA
Read more at https://www.channelnewsasia.com/news/asia/13-children-dead-after-train-hits-school-bus-in-india-10177840
Foto: AFP/MANAN VATSYAYANA
Jakarta -

Pemulihan ekonomi India mulai melaju dengan cepat pada kuartal kedua, meskipun negara tersebut bergulat dengan gelombang lonjakan kasus COVID-19. Meski begitu, ekonomi India belum sembuh total seperti pada masa sebelum pandemi.

PDB India mengalami kenaikan 20,1% secara tahunan pada kuartal kedua yang berakhir hingga 30 Juni kemarin. Di waktu yang sama pada tahun lalu, India mencatat penurunan PDB sebesar 24%.

Lompatan besar itu disebut mencerminkan rebound dari kemerosotan dalam aktivitas ekonomi masyarakat dari pada tahun 2020. Seperti diketahui, saat itu Perdana Menteri Narendra Modi memberlakukan kebijakan lockdown di India.

Pembatasan aktivitas 1,3 miliar orang dilakukan saat lockdown di India. Bisnis dan perjalanan selama berbulan-bulan ditahan. Akibatnya, negara bekas jajahan Inggris itu jatuh ke dalam resesi pertamanya setelah beberapa dekade.

India sendiri baru saja mulai bangkit dari keterpurukan awal tahun ini ketika gelombang kedua virus Corona yang dipicu oleh varian Delta melanda negara itu. Di tengah lonjakan gelombang kasus COVID-19, selama berminggu-minggu India melaporkan ribuan kematian hampir setiap hari.

Tetapi kala infeksi terus melonjak, PM Modi menolak tekanan dan usulan untuk memberlakukan kembali kebijakan lockdown. Strategi ini dimaksudkan untuk mencegah jutaan orang tergelincir kembali ke dalam kemiskinan. Meskipun korban jiwa dari wabah ini sangat mengejutkan, aktivitas ekonomi dinilai akan dengan cepat pulih begitu kasus mulai menurun.

Anagha Deodhar, kepala ekonom di ICICI Securities mengatakan pertumbuhan ekonomi India saat ini ditopang oleh sektor manufaktur, pertanian, dan ekspor yang telah berjalan dengan baik untuk negara baru-baru ini.

"Ekspor mendorong pertumbuhan terutama karena ekonomi global pulih lebih cepat daripada ekonomi domestik," kata Deodhar dilansir dari CNN, Rabu (1/9/2021),

Di sisi lain, aktivitas ekonomi telah beringsut di atas tingkat pra-pandemi selama tiga minggu terakhir, menurut Indeks Pengembalian Bisnis yang disusun oleh Nomura. Indeks itu melacak mobilitas, permintaan daya dan tingkat partisipasi angkatan kerja.

Ada tanda-tanda positif lainnya juga yang melihat kebangkitan ekonomi India, hal itu adalah tingkat vaksinasi India yang meningkat. India menargetkan untuk melakukan vaksinasi pada setengah populasinya pada akhir tahun.

Namun perlu diingat juga, ekonomi masih menghadapi ancaman selama beberapa bulan ke depan. Pasalnya, kasus-kasus mulai meningkat lagi di negara bagian Kerala, India Selatan. Potensi gelombang ketiga tidak dapat dikesampingkan, apalagi dengan mendekatnya musim perayaan Diwali.



Simak Video "Kok Bisa Harga PCR Covid-19 di India Cuma Rp 100 Ribuan?"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/ang)