Jaga Ketahanan Pangan, Jokowi Ingatkan Perubahan Mindset Petani

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 01 Sep 2021 11:12 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan dengan para petani karet di Sumatera Selatan. Salah seorang petani bernama Farid Bani Adam mendoakan Jokowi kembali menjabat sebagai presiden.
Foto: andhika/detikcom
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, inovasi sangat penting untuk menghadapi tantangan pembangunan di bidang pangan. Maka itu, pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mendorong sektor pertanian.

Jokowi mengatakan, pemerintah terus berupaya untuk mengubah pola pikir petani menjadi pertanian modern alias smart farming.

"Inovasi sangat penting karena kita menghadapi tren pertanian 4.0 dan tantangan pembangunan di bidang pangan dan pertanian yang semakin kompleks," katanya dalam acara Dies Natalis ke-58 IPB University, Rabu (1/9/2021).

"Pemerintah terus berupaya untuk mengubah mindset petani, petani kita, dari pertanian tradisional ke pertanian modern, smart farming," tambahnya.

Selanjutnya, Jokowi mengatakan, pihaknya terus mendorong pengembangan inovasi dalam pengembangan teknologi produksi dan sistem distribusi. Sebab itu, Jokowi mengajak perguruan tinggi untuk menemukan inovasi sehingga meningkatkan kesejahteraan petani.

"Untuk itu saya mengajak seluruh citivitas akademika Institut Pertanian Bogor menjadikan IPB sebagai kampus pelopor inovasi menciptakan ruang yang makin nyaman bagi pemikiran dan karya-karya inovatif, terus menemukan inovasi yang memberikan solusi cerdas bagi masyarakat khususnya peningkatan kesejahteraan para petani. Serta memperkuat hilirisasi riset dan inovasi dengan membangun jalinan yang kuat bersama dunia industri," paparnya.

Dengan cara itu, Jokowi bilang, IPB bisa menjadi garda terdepan dalam penyelesaian masalah pangan dan pertanian di Indonesia.

"Berkontribusi menghasilkan smart shortcut dalam peningkatan daya saing negara kita di bidang pangan dan pertanian sehingga negara kita dapat menjadi negara yang maju, yang berdikari di bidang pangan," ujarnya.

(acd/eds)