AS Tinggalkan Afghanistan, Ini Sederet Harta Karun yang Dikuasai Taliban

Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 01 Sep 2021 13:47 WIB
Fawad Andarabi Penyanyi Afghanistan Dibunuh Taliban, Ini Sosoknya

---

Taliban fighters stand guard in front of the Hamid Karzai International Airport after the U.S. withdrawal in Kabul, Afghanistan, Tuesday, Aug. 31, 2021. The Taliban were in full control of Kabuls international airport on Tuesday, after the last U.S. plane left its runway, marking the end of Americas longest war. (AP Photo/Khwaja Tawfiq Sediqi)
Foto: AP/Khwaja Tawfiq Sediqi
Jakarta -

Tentara Amerika Serikat (AS) kini sudah tak ada lagi di Afghanistan. AS telah menyelesaikan penarikan pasukan dan evakuasi warga sipil dari Afghanistan, Senin (30/08) malam.

AS menyatakan telah mengevakuasi 123.000 warga sipil dari negara itu sejak 14 Agustus lalu. Sekitar 6.000 orang yang dievakuasi itu berstatus warga negara AS. Ini merupakan misi evakuasi non-kombatan terbesar dalam sejarah militer AS.

Ini merupakan kali pertama pasukan AS tak menginjakkan kaki lagi di Afghanistan sejak menginvasi 2001 lalu. Setelah pertempuran selama 20 tahun, Afghanistan kini kembali dikendalikan Taliban.

Taliban akhirnya telah mendapatkan kembali kendali atas kekayaan sumber daya alam negara ini. Dikutip dari Khama, ditulis Rabu (25/8/2021), Afghanistan memiliki cadangan tambang dan energi utuh hingga US$ 3 triliun atau setara dengan Rp 43.163 triliun (kurs Rp 14.387).

Perkiraan itu dibuat menjelang akhir siklus super komoditas terakhir pada 2010 lalu dan bisa bernilai lebih besar di masa sekarang, setelah pemulihan ekonomi global dari guncangan virus corona yang membuat lonjakan harga sejumlah komoditas, dari tembaga hingga lithium tahun ini.

Pada 10 tahun yang lalu, lembaga penyelidikan geologi Amerika Serikat (AS) menyebut total nilai tambang dan sumber daya alam (SDA) Afghanistan mencapai US$ 1.000 miliar.

Berbagai bahan tambang ada di dalam perut bumi Afghanistan seperti emas, perak, plutonium. Lalu uranium, tantalum, bauksit, gas alam, garam, batu logam, tembaga, perak, kromium, timah, bedak, belerang, batu bara, barit dan seng. Barang tambah tersebut disebut langka di dunia, itulah yang menjadi perebutan.

Kementerian Pertambangan dan Perminyakan Afghanistan memprediksi SDA Afghanistan ini bernilai US$ 3 triliun. Setidaknya ada 1.400 titik yang memiliki berbagai jenis sumber daya alam seperti gas alam, batu bara, garam, uranium, tembaga, emas dan perak.



Simak Video "Taliban Klaim Tangkap 600 Anggota Kelompok Ekstremis"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)