Holding Pariwisata Minta PMN Rp 7,5 T, Separuhnya Buat Selamatkan Garuda

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 02 Sep 2021 17:00 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

PT Aviasi Pariwisata Indonesia yang menjadi induk holding BUMN pariwisata dan pendukung meminta penyertaan modal negara tahun depan sebesar Rp 7,5 triliun.

Direktur Project Management Office Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung Edwin Hidayat menjelaskan dana ini akan dibagi-bagi ke seluruh anggota holding. Tak terkecuali PT Garuda Indonesia yang kondisinya sedang kurang baik.

Dalam paparan Edwin, Garuda bakal dapat kucuran dana dari Aviasi Pariwisata Indonesia mencapai Rp 3,3 triliun. Dana ini, menurut Edwin bakal digunakan untuk menahan jumlah armada Garuda.

"PT Aviasi sambil tunggu restrukturisasi dari Garuda, kita mau support airline untuk mengatasi masalah jumlah fleet (armada pesawat)," papar Edwin dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Kamis (2/9/2021).

Edwin menilai, masalah baru penerbangan di masa yang akan datang adalah mengenai kekurangan armada. Dia menyebut, tahun 2022 dan seterusnya demand atau permintaan penerbangan di Indonesia bakal tumbuh lagi, tapi di sisi lain di masa pandemi seperti sekarang banyak maskapai justru mengalami pengurangan armada imbas COVID-19.

Lanjut halaman berikutnya.