Inilah Pengertian Kegiatan Produksi Beserta Contohnya

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 02 Sep 2021 17:43 WIB
Pembuatan mie Lethek di Dusun Bendo, Srandakan, Bantul, D I Yogyakarta, masih dilakukan secara tradisional. Proses produksi masih menggunakan bantuan sapi.
Ilustrasi/Foto: PIUS ERLANGGA
Jakarta -

Kegiatan produksi adalah bagian yang penting dalam suatu perekonomian. Tanpa ada kegiatan produksi, maka akan sulit menambah produktivitas dan menumbuhkan suatu kegiatan ekonomi.

Kegiatan produksi sendiri adalah proses dalam kegiatan ekonomi untuk menciptakan, menghasilkan, dan membuat barang atau pun jasa. Produksi juga diartikan secara teknis sebagai proses mengolah atau membuat sesuatu yang disebut input menjadi sebuah barang/jasa yang disebut sebagai output.

Menurut Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), produksi merupakan proses mengeluarkan hasil. Sementara dikutip dari laman resmi Kemdikbud, produksi diartikan sebagai setiap usaha manusia untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Dalam laman resmi Kemdikbud dijelaskan juga tujuan produksi yang sangat diperlukan dalam menghasilkan barang agar mendapatkan laba.

Adapun tujuan produksi, antara lain:

a. memperbanyak jumlah barang/jasa
b. menghasilkan barang/jasa yang berkualitas tinggi
c. memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan peradaban dan kebudayaan serta perkembangan teknologi
d. mengganti barang yang rusak atau habis
e. memenuhi pasar dalam negeri untuk kebutuhan perusahaan dan rumah tangga
f. memenuhi pasar internasional
g. mendapatkan keuntungan
h. meningkatkan kemakmuran.

Fungsi produksi menunjukkan sifat hubungan di antara faktor-faktor produksi dan tingkat produksi yang dihasilkan.

Adapun periode produksi dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

1. Fungsi Produksi Jangka Pendek (short run)

Fungsi produksi jangka pendek adalah periode waktu dimana paling tidak hanya ada satu input yang tetap dan kuantitasnya tidak dapat diubah-ubah.

Bila produsen ingin menambah produksinya dalam jangka pendek, maka hal ini hanya dapat dilakukan dengan jalan menambah jam kerja dan dengan tingkat skala perusahaan yang ada.

2. Fungsi Produksi Jangka Panjang (long run)

Fungsi produksi jangka panjang adalah suatu periode waktu yang cukup panjang, di mana semua input dan teknologi berubah, tidak ada input tetap dalam jangka panjang.

Pembagian fungsi produksi ini tidak didasarkan pada lama waktu yang dipakai dalam suatu proses produksi, akan tetapi dilihat dari macam input yang digunakan.

Kegiatan produksi sendiri sangat erat kaitannya dengan industri terlebih manufaktur. Melansir Investopedia produksi manufaktur mengacu pada metodologi tentang cara paling efisien memproduksi barang untuk dijual. Maksud dari efisien sendiri lebih dari sekadar biaya untuk membeli bahan baku.

Ada tiga jenis proses produksi manufaktur yang umum adalah: make to stock (MTS), make to order (MTO), dan make to assemble (MTA). Strategi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan dalam biaya tenaga kerja, pengendalian persediaan, overhead, kustomisasi, dan kecepatan produksi dalam memenuhi pesanan.

Melansir Economics Discussion, berdasarkan tujuan umum, produksi diklasifikasikan menjadi tiga kelompok utama:

1. Produksi Primer:
Produksi primer dilakukan oleh industri 'ekstraksi' seperti pertanian, kehutanan, perikanan, pertambangan dan ekstraksi minyak. Industri-industri ini terlibat dalam kegiatan-kegiatan seperti mengekstraksi karunia alam dari permukaan bumi, bawah permukaan bumi dan dari lautan.

2. Produksi Sekunder:
Produksi sekunder termasuk produksi dalam industri manufaktur, yaitu mengubah barang setengah jadi menjadi barang jadi yang berasal dari bahan mentah dan barang setengah jadi. Contoh tepung yang diolah menjadi roti atau bijih besi menjadi baja. Mereka umumnya digambarkan sebagai industri manufaktur dan konstruksi, seperti pembuatan mobil, perabotan, pakaian dan bahan kimia, serta teknik dan bangunan.

3. Produksi Tersier:
Industri di sektor tersier memproduksi jasa yang menghasilkan layanan. Contohnya mencakup pedagang distributif, perbankan, asuransi, transportasi dan komunikasi. Layanan pemerintah, seperti hukum, administrasi, pendidikan, kesehatan dan pertahanan, juga disertakan.

(das/eds)