Sri Mulyani Cerita Komunitas di Kemenkeu, Ada Stand Up Comedy

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 02 Sep 2021 23:54 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Menkeu Sri Mulyani Indrawati/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Siapa sangka di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terdapat 79 komunitas yang diikuti para pegawai di Kemenkeu. Komunitas itu antara lain grup tari, olahraga sepeda, hingga memasak, dan stand up comedy.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi adanya komunitas tersebut. Dia mengatakan, komunitas memberikan gambaran bahwa pekerja atau pegawai di Kemenkeu merupakan seseorang yang utuh.

"Supaya bergerak bersama juga bahwa di Kemenkeu itu banyak sekali kelompok-kelompok hobi tadi, ada yang stand up comedy, terus juga banyak organisasi-organisasi yang menurut saya mencerminkan grup yang baik (misalnya) olahraga, seni sastra, ada yang sukanya di bidang sosial teknologi," kata Sri Mulyani dalam acara Hari Jadi Sekretariat Jenderal ke-76, Kamis (2/9/2021)

"Saya rasa itu sesuatu yang menggambarkan orang-orang di Kemenkeu orang-orang yang normal, yang utuh. Artinya tidak hanya bekerja dan punya minat, hobi, talent, dan kita bisa kok berprestasi," sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, dia melakukan dialog dengan beberapa komunitas, salah satunya komunitas sosial dan lingkungan yang diwakili oleh Yeti. Yeti mengatakan di akhir acara berharap agar setelah pandemi COVID-19 dapat membuat kegiatan yang sesuai dengan komunitasnya.

"Harapannya pegawai Kemenkeu lebih banyak ikut dengan komunitas tadi Bu untuk menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri kalau dari kami sudah tidak pandemi mungkin bisa ada pasar tanaman di internal Kemenkeu. Bisa cara dengan barter atau dengan harga yang terjangkau," kata Yeti kepada Sri Mulyani.

Mendengar hal tersebut, Sri Mulyani mendukung usulan Yeti. Dia mengatakan, jual beli tanaman bisa dilakukan dari saat ini misalnya dengan memajang di depan pintu masuk dan mencantumkan harga.

Ya itu bagus menjadi pasar karbon tanaman. Itu dibikinlah kayak gitu. Itu juga sesuatu yang bagus. Yang tanaman itu bisa sih kita dibikin juga di depan pintu masuk itu. Tanaman di kasih harga, saling, tapi dengan harga antar teman," kata Sri Mulyani.

Selain itu, Sri Mulyani juga mengingatkan agar sama-sama memikirkan zero waste dari banyaknya sampah kesehatan di masa pandemi COVID-19. Dia pun mengakui, selama ini belum ada pengaturan mengenai sampah kesehatan itu.

"Terus mungkin yang teman-teman bikin zero waste itu juga tetap dikomunikasikan. Karena terus terang ini kan banyak sekali kita menggunakan masker, banyak sekali waste-waste nya itu. Kita terus terang belum memikirkan waste dari kesehatan itu luar biasa," ujarnya.

"Tapi kita perlu untuk menggiatkan di Kemenkeu, Pak Sekjen, teman-teman. Karena kita kan konsumsi kita lebih banyak hand sanitizer lah seperti itu, kita juga perlu memikirkan dari sisi waste management nya," sambung Sri Mulyani.

(hns/hns)