Rambah Bisnis Digital, UMKM Kebanjiran Omzet Rp 10,3 T

Siti Fatimah - detikFinance
Jumat, 03 Sep 2021 16:40 WIB
Berbagai produk anyaman yang berbahan dasar eceng gondok di UMKM Wins Rajut, Pasuruan, Jawa Timur.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Jakarta -

Pasar Digital (Padi) UMKM adalah sebuah platform hasil besutan Telkom Indonesia yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN. Platform ini dibentuk untuk mempertemukan BUMN dan UMKM dengan harapan dapat mengoptimalkan, mempercepat serta mendorong efisiensi transaksi belanja BUMN pada UMKM.

"Di mana kita meluncurkan Padi UMKM, di situ kita sudah bertransaksi 130 ribu dengan 9.600 UMKM. Nilai transaksinya Rp 10,3 triliun sampai Agustus kemarin," kata Erick dalam acara penandatanganan nota kesepahaman dengan KemenKopUKM dan Kemenperin, Jumat (3/9/2021).

Inisiasi Padi UMKM sudah dilakukan selama satu tahun. Dia mengatakan, awalnya ada 20 BUMN yang terlibat, saat ini sudah seluruh BUMN dengan jumlah klaster 12 dan total 43 perusahaan sudah konsolidasi dalam Padi UMKM.

Erick juga menyambu baik langkah kerja sama UMKM dan BUMN dalam upaya rantai pasok produk. Dia mengingatkan, produk yang masuk rantai pasok nantinya akan memakai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan harus memiliki standar asli buatan lokal.

"Tentu sebagai partner saya titip kepada partner, dijaga standardisasi dan kurasinya. Seperti kita sama-sama waktu itu bagaimana Padi (Pasar Digital) UMKM kita coba kurasi dan perbaiki. Supaya yang masuk di Padi UMKM lama-kelamaan ya memang benar-benar UMKM, dan produknya mayoritas buatan Indonesia," paparnya.

Setidaknya ada enam perusahaan BUMN yang akan merima rantai pasok UMKM, diantaranya PT PLN, PT Kimia Farma, PT Krakatau Steel, PT RNI Persero, Perhutani dan PT Pertamina. Erick memprediksi, jika berjalan dengan baik maka nilai transaksi bisa meningkat 10 kali lipat di tahap awal.

"Jadi akses pasarnya sekarang SKD lokalnya untuk di industrinya, apakah tadi krakatau di tabungnya, atau PLN di jenis lainnya dan nilai transaksi Rp 53,2 miliar kalau tidak salah. Tapi saya yakin kalau direksi BUMN kita juga mau nilainya insyaallah 10 kali lipat di tahap awal," katanya.

Dia berharap, UMKM yang terpilih dapat menerapkan standarisasi dan kurasi yang baik agar produk yang dipasarkan dapat bersaing secara lokal dan internasional. Terlebih, kata dia, BUMN selama ini menerapkan TKDN agar dapat bersaing di pasar global.

"Karena penting sekali keberpihakan TKDN Kementerian BUMN atau para BUMN ini memastikan tidak menurunkan standar daripada bagaimana BUMN bisa terus bersaing di market dan pasar global. Kami sangat membuka diri dan tentu dengan segala supprot yang ada saya akan memastikan hal ini terjadi dan terima kasih atas kerjasama tiga kementerian," tutupnya.

(hns/hns)