Nasib Holywings dkk Selama PPKM: Omzet Anjlok 90%, Gaji Pegawai Dipotong

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 03 Sep 2021 16:56 WIB
Restoran Holywings Forest Bekasi (Isal Mawardi/detikcom)
Foto: Restoran Holywings Forest Bekasi (Isal Mawardi/detikcom)
Jakarta -

Bisnis bar-resto Holywings salah satu yang terdampak adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berlevel. Biasanya di waktu normal tempat itu selalu ramai, terlebih di akhir pekan.

Co-Founder Holywings, Ivan Tanjaya mengatakan selama PPKM ini omzetnya anjlok 90%. Hal itu terpaksa membuatnya harus memotong gaji karyawan.

"Holywings kan kafe dan resto, tempat nongkrong, kita jujur di atas 90% penurunannya, di atas 90%. Karyawan kita gaji meski nggak full. Jadi sebagai pelaku usaha kafe semasa PPKM kita super suffering (menderita)," kata Ivan saat mendampingi Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, saat Site Visit ke sejumlah restoran di Bilangan Menteng, Rabu (1/9/2021) lalu.

Kondisi serupa juga terjadi pada bar & resto lainnya, yakni Ms. Jackson yang berlokasi di Senopati, Jakarta Selatan. Pihaknya terpaksa harus merumahkan ratusan karyawan karena pendapatan yang hilang hampir 90%.

"Ms. Jackson sama beberapa kafe pada saat itu hampir 200 karyawan kami rumahkan, tapi mau nggak mau kita gaji karena nggak bisa di-PHK. Jadi kalau hitung profit and loss mending dirumahkan daripada dipecat, jadi mau nggak mau. Pendapatan loss hampir 90% kurang lebih," jelas Co-Founder Ms Jackson, Vinnie K Rumbayan.

Bersambung ke halaman selanjutnya.