Jurus Pemerintah Pusat & Daerah Dukung Sektor Ekraf di Masa Pandemi

Angga Laraspati - detikFinance
Jumat, 03 Sep 2021 22:45 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Foto: Pemprov Jabar
Jakarta -

Pemerintah Pusat dan Daerah terus berusaha memberikan dukungan bagi sektor industri yang terdampak pandemi COVID-19, termasuk industri ekonomi kreatif (Ekraf). Bantuan tersebut diharapkan dapat menolong pelaku Ekraf bertahan sekaligus meningkatkan skala usaha mereka.

Seperti yang dipaparkan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang mengakui jika pandemi sangat berdampak pada industri yang setiap kegiatannya tak bisa menghindari terjadinya kerumunan.

Maka daripada itu pihaknya tak henti mencari solusi. Menurutnya, Ekraf digital justru berhasil mengambil peluang dan menaikkan pendapatan hingga 3-4 kali lipat, di kondisi pandemi, sehingga digitalisasi, menurut Kang Emil adalah kewajiban saat ini.

"COVID-19 membuat kita mengalami 'paksaan digital' untuk menuju kebaikan," ujar Kang Emil dalam keterangan tertulis, Jumat (3/9/2021).

Dalam dialog virtual Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) - KPCPEN, kemarin, ia menuturkan tidak hanya di kota besar, para pelaku industri Ekraf di kota kecil juga didorong untuk memanfaatkan teknologi digital. Di setiap kelurahan kini tersedia perangkat teknologi, agar pelaku dapat memasarkan produk melalui e-commerce.

Lebih lanjut, Kang Emil mengatakan guna lebih mendorong kinerja industri Ekraf, terdapat program pertolongan dalam bentuk bantuan sosial tunai dan sembako, program pemulihan dalam wujud bantuan permodalan, serta penormalan berupa pembukaan jalur distribusi baru bagi pelaku Ekraf dan UMKM, termasuk pasar internasional.

Dirinya menjelaskan, pelaku Ekraf yang membutuhkan bantuan dapat melalui dinas terkait atau menghubunginya melalui media sosial. Guna menyediakan ekosistem pelaku Ekraf, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga membangun ruang interaksi untuk berkegiatan bersama.

Misalnya Creative Center sebagai wahana kreasi anak-anak muda terdidik di Bandung, Bogor, Subang, dan kota-kota lain. Kemudian Bandung Creative Zone yang dapat digunakan sebagai ruang perkantoran para pelaku usaha start-up.

Fasilitas serupa juga terdapat di Kota Semarang Jawa Tengah, yaitu Semarang Creative Gallery dan Semarang Creative Hub. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi) menjelaskan pihaknya menyiapkan panggung yang dapat digunakan untuk pertunjukan virtual oleh para musisi dan seniman.

"Untuk mendukung para pelaku usaha, kami juga memberikan kemudahan seperti pengurusan sertifikat halal dan hak kekayaan intelektual secara gratis, serta keringanan pajak bagi pelaku Ekraf," ungkap Hendi.

Tidak bergerak sendirian, Pemkot Semarang berkolaborasi dengan 20 desainer memberikan masukan desain kemasan bagi 1000 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Ekraf di Semarang. Pemkot juga memfasilitasi pelaku untuk membuat 1000 kemasan pertama.

Sementara, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga tak henti memberikan daya ungkit bagi industri Ekraf secara nasional. Misalnya melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang di antaranya diwujudkan dalam dana stimulus Bangga Buatan Indonesia (BBI), serta PEN untuk pelaku Ekraf perfilman.

Direktur Tata Kelola dan Ekonomi Digital Kemenparekraf, Selliane Halia Ishak menjelaskan stimulus BBI akan diluncurkan dalam bentuk pemberian voucher untuk meningkatkan jumlah transaksi produk Ekraf melalui e-commerce.

"Jadi penerima manfaatnya adalah para produsen," ujar Selliane.

Insentif ini bertujuan untuk mendorong pelaku UMKM segera on board ke platform digital. Total anggaran program ini mencapai Rp200 miliar dan sekarang tengah dalam masa promosi.

Untuk mendapatkan bantuan ini, pelaku Ekraf harus memenuhi beberapa persyaratan, di antaranya produk buatan Indonesia, produsen adalah warga negara Indonesia,memiliki Nomor Izin Berusaha, punya sertifikat merek, dan lain sebagainya.

Sebagai salah satu pelaku Ekraf yang pernah menerima bantuan dari pemerintah pusat, CEO THENBLANK, Mutiara Kamila Athiyya merasa sangat terbantu khususnya di masa pandemi. Pengusaha muda ini pernah mendapatkan Bantuan Subsidi Upah serta insentif pajak dari pemerintah.

Ketika berhasil bangkit, Mutiara terdorong untuk memberikan bantuan kepada pelaku Ekraf lain yang terdampak pandemi. THENBLANK membagikan 3.000 meter kain kepada UMKM bidang fashion dan dikirim langsung ke seluruh Indonesia.

Ia juga berencana melakukan beberapa kolaborasi dengan musisi atau pengusaha kuliner, agar semakin banyak pelaku Ekraf yang pulih dari tekanan pandemi. Pandemi memang tidak akan berakhir dalam waktu cepat. Namun dengan upaya adaptif, inovatif dan kolaboratif, diharapkan setiap sektor usaha dapat kembali bangkit dan berdaya.

(ega/hns)