Risma Naik Pitam Kucuran Bansos Tersendat, Bank BUMN Angkat Bicara

Siti Fatimah - detikFinance
Sabtu, 04 Sep 2021 07:30 WIB
Kemensos menambah bantuan pada program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Kartu Sembako. Sebanyak 1,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT, akan mendapatkan tambahan bantuan selama dua bulan, yakni Juli-Agustus 2021.
Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom
Jakarta -

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini naik pitam ketika mendapati masalah dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk masa pandemi COVID-19. Apalagi jika Mensos yang akrab disapa Risma ini menengarai ada kongkalikong dalam proses penyaluran bansos.

Dari mulai pendamping penerima bansos, pejabat pemda hingga pejabat bank pun tak luput dari omelan mantan Wali Kota Surabaya ini.

Misalnya, pada Senin (30/8), Risma mengecek program bansos Kabupaten Bandung. Menurut Wakil Bupati Kabupaten Bandung Sahrul Gunawan, Risma memarahi pendamping program keluarga harapan (PKH), perwakilan bank negara (bank BUMN), dan PT Pos Indonesia terkait penyaluran bansos.

"Bu Risma mendadak datang ke sini. Terus kemudian saya mengikuti setiap proses arahan Bu Risma terhadap pendamping keluarga harapan (PKH), perhimpunan bank negara (himbara), PT.Pos Indonesia. Jadi beliau marah-marahnya ya ke stakeholder itu, sementara saya berada di satu ruangan yang sama. Jadi senang, saya jadi mengetahui problem di dinas sosial terkait bantuan sosial," kata Sahrul kepada wartawan, Senin (30/8/2021).

Sebelumnya, Risma juga marah saat mengetahui bansos PKH di Jember, Jawa Timur belum tersalurkan. Dia juga menegur bank BUMN yang dipercaya menyalurkan bansos.

"Banyak sekali, ini nggak jalan ini yakin aku, kalau jalan nggak mungkin segitu, nggak jalan, sudahlah percaya omonganku. Ayo taruhan ini, ayo taruhan Rp 100 ribu. Nggak jalan ini, masak 3 ribu sama 5 ribu (Yang belum tersalur), kalau jalan nggak mungkin sebesar itu, makanya aku turun ke sini," kata Risma, Sabtu (28/8) lalu.

Lalu di Sragen, Jawa Tengah, Risma menemukan 2.517 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) PKH (Program Keluarga Harapan) yang belum cair karena buku tabungannya terblokir. Mendengar hal tersebut, Risma langsung menghubungi salah satu bank Himbara dan pendamping untuk mengurus rekening penerima.

"Saya minta tolong, Pak, hari ini juga bisa selesai. Kalau kartunya belum didistribusikan, ayo kasih ke saya. Sekarang juga saya antar ke rumah KPM," kata dia dikutip dari video di laman kemensos.go.id, Jumat (3/9/2021).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) Sunarso menjelaskan secara umum kebijakan dan stimulus pemerintah termasuk bantuan sosial memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia.

Pihaknya mencatat, hingga akhir Juli 2021 Himbara telah melakukan penyaluran program pemerintah Sembako, PKH dan BPUM kepada lebih dari 24,9 juta penerima bantuan pelaku UMKM dengan total nominal Rp. 37,8 triliun.

Rinciannya, penyaluran sembako senilai Rp 15,2 triliun kepada 8,9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Program Keluarga Harapan (PKH) senilai Rp. 17,2 triliun kepada 10,4 juta penerima dan BPUM senilai Rp 11,6 triliun kepada 9,6 juta pelaku UMKM.

"Oleh karenanya kami berkomitmen akan terus mendukung berbagai program pemerintah agar momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia terus berlanjut," ujar Sunarso yang Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk itu dalam keterangan tertulis, Kamis (2/9/2021).

Halaman berikutnya soal capaian penyaluran bansos oleh bank BUMN. Langsung klik