Wow! 'Sultan' AS Pengin Bangun Kota di Gurun Rp 5,7 Kuadriliun

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 07 Sep 2021 22:48 WIB
Wisata Nevada
Ilustrasi/Foto: (Getty Images/iStockphoto/powerofforever)
Jakarta -

Miliarder asal Amerika Serikat (AS) Marc Lore buka-bukaan rencananya membangun kota baru berpenduduk 5 juta orang. Untuk misinya tersebut, dia juga telah menunjuk seorang arsitek terkenal di dunia untuk merancang.

Dikutip dari CNN.com, Selasa (7/9/2021), Lore yang sebelumnya pernah menjabat sebagai eksekutif Walmart, pada pekan lalu juga meluncurkan rencana untuk Telosa. Yaitu sebuah kota metropolitan berkelanjutan yang ia harap dapat diciptakan di kawasan gurun di AS.

Rencananya, usai tahap pertama konstruksi ditargetkan akan menampung 50.000 penduduk pada kawasan seluas 1.500 hektar, dengan perkiraan biaya US$ 25 miliar atau sekitar Rp 356 triliun (kurs dolar Rp 14.255). Total Keseluruhan proyek diperkirakan memakan biaya sekitar US$ 400 miliar atau sekitar Rp 5,7 kuadriliun alias Rp 5.700 triliun, dengan target populasi 5 juta orang dalam waktu 40 tahun.

Proposal seluas 150.000 acre menjanjikan arsitektur yang ramah lingkungan, produksi energi berkelanjutan, dan sistem air yang konon tahan kekeringan. Apa yang disebut "desain kota 15 menit" akan memungkinkan penduduk mengakses tempat kerja, sekolah, dan fasilitas mereka dalam seperempat jam perjalanan dari rumah mereka.

Meskipun perencana masih mencari lokasi, menurut situs resmi proyek, kemungkinan target lokasi termasuk Nevada, Utah, Idaho, Arizona, Texas dan wilayah Appalachian. Pengumuman tersebut disertai dengan serangkaian rendering digital oleh Bjarke Ingels Group (BIG), firma arsitektur yang disewa untuk mewujudkan impian utopis Lore.

Gambar-gambar tersebut menunjukkan bangunan tempat tinggal yang ditutupi tanaman hijau dan membayangkan penghuninya menikmati ruang terbuka. Kendaraan yang menggunakan bahan bakar fosil dilarang di kota, kemudian kendaraan pribadi digambarkan berjalan menyusuri jalan-jalan yang diterangi matahari bersama skuter dan pejalan kaki.

Gambar lain menggambarkan gedung pencakar langit yang diusulkan, dijuluki Equitism Tower, yang digambarkan sebagai "suar untuk kota. Bangunan ini memiliki penyimpanan air pertanian aeroponik, dan atap fotovoltaik penghasil energi yang memungkinkannya untuk "berbagi dan mendistribusikan semua yang dihasilkannya.

Pihak penyelanggara proyek mengatakan pendanaan akan datang dari "berbagai sumber," termasuk investor swasta, dermawan, hibah federal dan negara bagian, serta subsidi pembangunan ekonomi.

(hns/hns)