Warga Myanmar Panic Buying di Supermarket-Pom Bensin, Ada Apa?

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 08 Sep 2021 10:18 WIB
YANGON, MYANMAR - FEBRUARY 17: Protesters chant solgans and wave flags during an anti-coup protest at Sule Square on February 17, 2021 in downtown Yangon, Myanmar. Armored vehicles continued to be seen on the streets of Myanmars capital, but protesters turned out despite the military presence. The military junta that staged a coup against the elected National League for Democracy (NLD) government moved to keep the countrys de-facto leader Aung San Suu Kyi under house arrest after she was charged with violations of import-export and Covid prevention laws. (Photo by Hkun Lat/Getty Images)
Ilustrasi Foto: Getty Images/Hkun Lat

NUG terdiri dari anggota parlemen yang digulingkan oleh kudeta militer 1 Februari serta aktivis dan intelektual masyarakat sipil yang bersekutu.

Saat ini, ASEAN juga sedang mengatur bantuan kemanusiaan untuk Myanmar setelah menunjuk Menteri Luar Negeri Brunei Erywan Yusof sebagai utusan khusus untuk memfasilitasi dialog politik.

Dia ingin memastikan keselamatan pekerja kemanusiaan yang memberikan bantuan. Masih tidak jelas apakah deklarasi NUG pada hari ini akan memicu gelombang bentrokan bersenjata atau tidak.

Tetapi lebih dari 170 pasukan pertahanan rakyat semi otonom (PDF) lokal telah melancarkan serangan griliya terhadap pasukan dan petugas polisi selama beberapa bulan. PDF juga telah membunuh informan junta dan administrator lingkungan sipil yang bekerja di bawah junta.



Simak Video "Militer Myanmar Bebaskan Ribuan Tahanan Anti Kudeta"
[Gambas:Video 20detik]

(aid/ang)