Kerjaan yang Cocok buat Kaum Rebahan: Tidur Dibayar Rp 15 Juta

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 08 Sep 2021 14:13 WIB
Ilustrasi tidur
Foto: Getty Images/iStockphoto/Nattakorn Maneerat
Jakarta -

Pernah terbayangkan bagaimana seseorang bisa mendapat jutaan rupiah hanya dengan tidur 8 jam sehari selama 100 hari berturut-turut.

Mustahil? Pembaca detikcom akan langsung berubah pikiran setelah membaca artikel ini.

Perusahaan penjual kasur online yang berbasis di Singapura, Sonno mengeluarkan siaran pers yang intinya menyebutkan bahwa perusahaan membuka lowongan untuk jabatan Sleep Executive. Pembukaan lowongan tersebut merupakan bagian dari kampanye publisitas "Dapatkan Bayaran untuk Tidur" dan untuk mempelajari "rahasia tidur yang lebih baik".

Para Sleep Executive akan dibayar untuk tidur di kasur mereka selama delapan jam sehari selama 100 hari. Tujuannya adalah untuk memperoleh data untuk menyempurnakan produk kasur dan perangkat tidur lain yang perusahaan ini jual dengan tujuan akhir meningkatkan kualitas hidup warga Singapura dengan memberi mereka tidur malam yang lebih baik.

Lantas, bagaimana cara melamar pekerjaan tidur ini?

Pelamar yang tertarik menjadi sleeper profesional dapat melamar posisi Sleep Executive mulai 6 hingga 19 September 2021.

Pemohon yang berhasil akan diinformasikan pada 1 Oktober dan diharapkan untuk memenuhi peran tersebut selama 100 malam.

Mereka yang terpilih akan diberikan remunerasi SGD 1.500 atau Rp 15.750.000 (kurs Rp 10.500/SGD) untuk seluruh durasi pekerjaan, serta kasur Sonno Queen Original yang baru, dua bantal, dan satu set sprei untuk disimpan.

Penyewa kemudian perlu menggunakan aplikasi pelacak tidur untuk melacak tidur mereka selama 100 malam dari kenyamanan kamar mereka sendiri.

"Tidur profesional kami perlu memberi tahu kami bagaimana pandemi telah memengaruhi tidur mereka dan bagaimana kami dapat membantu mereka tidur lebih nyenyak," kata pendiri dan CEO Sonno, Fabio Miceli dikutip dari mothership.sg, Rabu (8/9/2021).

Negara paling lelah di dunia

Peran Sleep Executive ini muncul setelah berita bahwa Singapura adalah negara yang paling lelah di dunia dan negara yang terus-menerus merasa lelah.

Sebuah survei tahun 2014 terhadap 43 kota telah menemukan bahwa Singapura menjadi negara dengan populasi kurang tidur ketiga terbanyak, setelah Tokyo dan Seoul.

Hampir enam dari 10 orang Singapura tidak tidur nyenyak karena Covid-19, menurut sebuah penelitian baru-baru ini.

Simak juga Video: Resep Sixpack Bagi Kaum Rebahan Saat WFH

[Gambas:Video 20detik]



(dna/dna)