Cuan Gede di Balik Menjamurnya Bisnis Fried Chicken Gerobakan

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 09 Sep 2021 08:15 WIB
Jakarta -

Pandemi COVID-19 telah membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Kalau sudah begitu jangan menyerah, masih ada cara lain untuk mendapat penghasilan seperti dengan menjalankan bisnis.

Salah satu bisnis waralaba atau kemitraan bidang kuliner yang mampu bertahan dan masih superior di tengah gempuran pandemi, yakni bisnis ayam goreng tepung atau fried chicken. Bisnis itu memiliki peluang yang sangat menjanjikan.

"Fried chicken itu kan ayam, nasi sama ayam itu nggak pernah bosen. Kita pagi makan ayam, siang makan ayam, malam makan ayam, itu bisa. Jadi artinya konsumsinya tidak kenal waktu," kata Pakar Marketing dan Managing Partner Inventure, Yuswohady dalam program d'Mentor detikcom, Rabu (8/9/2021).

"Tradisi makan ayam sudah mendarah daging sehingga marketnya sudah terbentuk. Jadi pemainnya banyak pun itu market-nya akan tetap tidak ada habisnya. Itu lah kenapa ayam prospeknya menjadi sangat bagus," tambahnya.

Yuswohady menjelaskan format fried chicken gerobakan lebih diminati di masa pandemi COVID-19. Pasalnya hal itu sangat dekat dengan konsumen yang malas bepergian di kondisi seperti saat ini.

"Karena kita nggak bisa keluar rumah maka kita ambil channel yang terdekat. Nah gerobakan ini kan dia menyebar bisa ke kampung-kampung segala macam, jadi secara channel lebih dimaui oleh pelanggan" imbuhnya.

Dia menyebut masyarakat yang baru ingin memulai bisnis fried chicken gerobakan tidak perlu takut dengan kompetitor yang sudah besar. Dari sisi target segmen bisa dibedakan dan cari lah lokasi yang belum banyak ditemukan ayam tepung tersebut.

"Kalau ayam kan yang top of mind KFC, McD, tetapi kan mereka segmennya tertentu. Jadi jangan takut dengan pemain besar, teman-teman masih punya peluang karena marketnya besar dan segmennya ada. Jadi harus lihat segmen, jangan kita jualan ayam dekat yang raksasa, justru kita ambil yang lokasi jauh dari dia dan segmennya kita ambil yang lebih bawah," jelasnya.

Saking menjanjikannya, Yuswohady menilai bisnis makanan seperti fried chicken gerobakan bisa memiliki keuntungan hingga dua kali lipat dibanding bisnis lainnya. Meskipun, diperlukan kesabaran yang ekstra.

"Secara umum memang makanan itu kan tinggi sekali, bisa dua kali lipat. Tapi ribetnya juga minta ampun makanya teman-teman yang bergerak di kuliner mereka ngaku marginnya gede tapi kalau dikatakan 'wah enak banget', itu juga dia agak keberatan karena effort-nya juga luar biasa," imbuhnya.

(aid/eds)