Pembentukan Holding BUMN Pangan Terancam Molor ke Akhir Tahun

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 09 Sep 2021 13:19 WIB
Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar/nz
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Direktur Utama PT RNI (Persero) Arief Prasetyo Adi menuturkan bahwa holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan akan terbentuk dalam dua bulan ke depan. Sedangkan awalnya ditargetkan terbentuk pada September ini.

Dia menjelaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menandatangani payung hukum agar Perum Perikanan Indonesia (Perindo) berstatus perseroan.

"Bahwa proses pemerseroan Perindo sudah ditandatangani Pak Presiden," kata dia dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (9/9/2021).

Selanjutnya Perindo akan dimerger dengan PT Perikanan Nusantara (Persero) atau Perinus. Hal itu masih menunggu tanda tangan Presiden. Kemudian harmonisasi antara para pihak juga telah diproses.

"Sehingga ditargetkan dalam dua bulan ini akan terbentuk holding BUMN pangan," tambahnya.

Terkait merger, Arief sebelumnya menyebut ada enam BUMN yang digabung menjadi tiga perusahaan, yakni PT Pertani (Persero) akan dimerger dengan PT Sang Hyang Seri (Persero), Perindo akan dimerger dengan PT Perikanan Nusantara (Persero) atau Perinus, PT Bhanda Ghara Reksa (BGR Logistics) akan dimerger dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

"PT Garam sendiri, tidak dimerger," katanya katanya dalam RDP dengan Komisi IV DPR, 19 Mei 2021 lalu.

Pembentukan holding BUMN klaster pangan semula ditargetkan terbentuk pada akhir kuartal III-2021 atau September ini.

"Bahwa klaster pangan ini mohon dapat dukungan supaya bisa terbentuk maksimal kuartal III ke depan, jadi tahun 2021 ini di bulan September," ujarnya kala itu.

Lihat juga Video: 1.219 Pekerja Holding BUMN Tambang Positif Corona

[Gambas:Video 20detik]



(toy/ara)