Kapan Lagi Suntik Vaksin Dapat Sembako Gratis?

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 09 Sep 2021 19:35 WIB
Vaksinasi
Foto: Infografis detikcom

Selain itu, Ia menyampaikan apresiasi kepada para sponsor atas kolaborasinya dan juga dukungannya. Sehingga, sentra vaksin ini dapat hadir memfasilitasi para nelayan dan masyarakat pesisir.

"Total peserta tervaksin hingga hari ketiga pelaksanaan, target vaksinasi telah tercapai hingga 4.376 orang, jumlah tersebut lebih tinggi dari target yang ditetapkan, dengan vaksin hari pertama sebanyak 943 orang. Kemudian peserta tervaksin hari kedua sebanyak 1.356 orang, sedangkan jumlah peserta tervaksin hari ketiga sebanyak 2.077 orang," ungkapnya.

Hilda yang juga Ketua Panitia Acara menyampaikan bahwa strategi yang solid dan upaya bersama dalam membangun sektor kesehatan dapat menghasilkan masyarakat yang sehat dan produktif. Diyakini, kesehatan selalu berkorelasi dengan ekonomi.

"Kami mengapresiasi pemerintah dan para pejuang kesehatan yang telah bekerja keras mengatasi pandemi, salah satunya melalui program vaksinasi yang saat ini sedang berlangsung secara nasional dan bertahap. Keberhasilan program ini akan menjadi faktor penentu dalam menggerakkan kembali roda perekonomian kita," tuturnya.

Selaku panitia, diharapkan semoga Indonesia dapat segera pulih dari pandemi COVID-19. Semoga dengan adanya vaksinasi pada kesempatan kali ini dapat menjadikan Indonesia menjadi negara yang lebih sehat dan kebal dari segala jenis virus penyakit. Saat ini, pulihnya kesehatan masyarakat adalah kunci utama menuju pulihnya perekonomian bangsa Indonesia.

"Dibandingkan negara-negara lain, situasi di negara kita tidak terlalu buruk, harga bahan pokok masih terjangkau bahkan disaat negara lain masih mengalami resesi. Kita di Indonesia justru berhasil lepas dari masa resesi. Hal ini menunjukkan kekuatan perekonomian kita yang didukung oleh bapak ibu yang hadir di acara ini," pungkasnya.

Dari sisi demand data Purchasing Managers Index (PMI), Hilda menambahkan, Indonesia masih ekspansif di level 53,5 pada Juni 2021. Artinya, seluruh negara mulai bergerak perekonomiannya, yang akan menimbulkan demand untuk ekspor dan tentu arus modal untuk investasi yang akan sejahtera.

"Pertumbuhan ekonomi ini terjadi karena upaya vaksinasi yang terus dilakukan. Bayangkan bapak ibu ketika kita sudah di vaksin, sudah sehat dan kuat tidak perlu takut lagi dengan COVID-19, tentu kehidupan kita akan berjalan normal dan ekonomi pelan-pelan membaik," imbuhnya.


(dna/dna)