StartUp Smart City Bisa Ikut Program Ini Biar Lebih Berkembang

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 11 Sep 2021 07:59 WIB
Group of busy business people working in office, top view of wooden table with mobile phones, laptop, tablet and documents papers with diagram. Men and women team together have brainstorm discussion.
Foto: Thinkstock

Di Indonesia, terdapat 514 kota dan kabupaten yang mulai melakukan transformasi menjuju kota pintar. Hal ini menjadi peluang besar untuk investor dan perusahaan rintisan di bidang teknologi properti digital.

"Pembinaan bisa membantu para founder pemula mendapatkan berbagai pengalaman berharga dari para mentor dan ilmu-ilmu bagaimana startup harus go-to-market," ucapnya.

CFO Prasetia Dwidharma, Ardi Setiadharma mengatakan, program ini bertujuan untuk mengakselerasi perusahaan rintisan di industri teknologi smart city (kota pintar) khususnya di bidang mobility, data analytics, parking system, property tech, energy saving, dan commerce/retail/SME enabler.

Nantinya, startup dapat melakukan proyek uji coba (pilot project) di ekosistem Sinar Mas Land dan Prasetia Dwidharma. Selain itu, peserta akan mendapatkan pengarahan dan bantuan validasi bisnis langsung dari mentor-mentor unggulan.

"Hal ini membantu mereka berkembang secara internal, dengan mengikuti sejumlah pelatihan dan juga berkembang dari segi produk dan pelaksanaan di pasar yang kompetitif," ujar Ardi.

Adapun program ini akan berlangsung selama 6 bulan didampingi oleh sejumlah mentor. Info lebih lanjut dan pendaftaran bisa diakses melalui https://www.escalate.co.id


(fdl/fdl)