Luhut Resmikan Tempat Pengolahan Sampah Terbesar di Bali

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 11 Sep 2021 09:02 WIB
Luhut Binsar Pandjaitan
Luhut Resmikan Tempat Pengolahan Sampah Terbesar di Bali
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) terbesar di Bali. Berlokasi di Jimbaran, peresmian dilakukan oleh Danone-AQUA bersama Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Pemerintah Provinsi Bali, dan Pemerintah Kabupaten Badung.

Dibangun di atas lahan seluas 5000 m2 dengan kapasitas pengelolaan sampah maksimum mencapai 120 ton/hari, TPST Samtaku Jimbaran ini menjadi TPST terbesar di Bali. Pembangunan TPST Sampahku Tanggung Jawabku (Samtaku) ini hasil kolaborasi antara Danone-AQUA dan PT Reciki Mantap Jaya (Reciki), selaku pelaksana operasional TPST.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kolaborasi pemerintah daerah dan swasta seperti ini merupakan contoh yang bagus untuk diterapkan dalam menangani persampahan, sekaligus implementasi dari perubahan paradigma pengelolaan sampah secara terintegrasi dengan pendekatan ekonomi sirkular.

"Kita sudah menyepakati langkah-langkah penyelesaian penanganan sampah, dengan melakukan revitalisasi TPS-3R dan membangun TPST baru agar sampah dapat ditangani sedekat mungkin dari sumbernya," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (11/9/2021).

Pengelolaan sampah di TPST Samtaku Jimbaran yang diinisiasi oleh pihak swasta ini menggunakan model ekonomi sirkular dan Zero Waste to Landfill, artinya sampah yang terkumpul di fasilitas ini nantinya akan dikelola dan dapat dimanfaatkan kembali seluruhnya sehingga tidak ada yang terbuang ke lingkungan atau berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Termasuk diantaranya adalah botol plastik bekas yang akan dikirim ke pabrik daur ulang milik Veolia untuk diolah menjadi material rPET (recycled PET) sebagai bahan baku botol plastik baru Danone-AQUA.

Sampah organik akan dikelola menjadi kompos dan sebagian akan diproses bersama dengan sampah residu dengan teknologi RDF (Refuse Derived Fuel) untuk menghasilkan bahan bakar.