Kronologi Sopir Bus Kena Pungli Dishub DKI, 'Diperas' Rp 500 Ribu

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 13 Sep 2021 12:20 WIB
Jakarta -

Satu lagi kasus pungutan liar alias pungli terungkap, praktik ini terjadi di Jakarta. Eko Saputro, seorang sopir bus jadi korbannya dan Dishub DKI Jakarta disebut jadi pelakunya.

Kasus ini diungkap oleh Forum Warga Kota Jakarta Fakta. Praktik pungli menimpa Eko selaku sopir bus yang membawa warga Kampung Penas Tanggul Jakarta Timur yang mau divaksin di bilangan Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

Kronologinya begini, Eko bercerita pada Selasa 7 September yang lalu dia diminta menjadi sopir bus pengganti untuk mengantar warga untuk vaksin. Perusahaannya diminta panitia salah satu sentra vaksin di Jakarta untuk mengantar jemput warga yang mau vaksin.

Tak ada yang janggal sejak awal, dia menjemput para warga untuk menuju sentra vaksin di Hotel Sheraton Mulia. Namun, di tengah jalan dia mengatakan petugas Dishub menghentikan busnya. Lokasi persisnya dia diberhentikan di dekat Mal ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat.

"Kita jalan menuju arah Hotel Sheraton di Gunung Sahari. Nah waktu sampai ITC Cempaka Putih saya disetop sama Dishub, saya minggir dan hampiri petugas itu. Minta izin saya, ndan saya mau lewat antar warga vaksin," cerita Eko dalam forum diskusi virtual, Senin (13/9/2021).

Eko menjelaskan saat diberhentikan dirinya diminta untuk menunjukkan surat-surat kelengkapan berkendara. Dari mulai data penumpang, hingga kelengkapan dokumen busnya.

Katanya, petugas Dishub menemukan kejanggalan dan ketidaklengkapan pada dokumen kendaraan bus. Eko berdalih, dirinya hanya sopir pengganti tidak tahu menahu masalah dokumen kendaraan. Dia hanya membawa dokumen yang disediakan saja di pool bus.

"Mereka ada 5 orang tanyakan surat-surat. Mereka katanya nemu ada surat yang meragukan dan tidak lengkap. Dia tanya, ini bos kamu dapat dari mana ini dokumen, saya bilang saya cuma sopir pengganti kurang paham," papar Eko.