Vaksin Booster COVID-19 Berbayar, Tapi Bisa Gratis Buat Golongan Ini

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 13 Sep 2021 12:27 WIB
The hands in blue glove of the scientist hold the processor
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Alernon77
Jakarta -

Pemerintah terus membahas rencana vaksinasi dosis ketiga alias vaksin booster virus Corona (COVID-19) yang akan dilaksanakan tahun 2022. Nantinya ada masyarakat yang mendapatkan secara gratis dan berbayar.

Berdasarkan rencana sejauh ini, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa vaksin booster akan digratiskan buat peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK). Mereka akan ditanggung oleh APBN.

"Rencananya nanti yang tahun depan negara hanya akan membayari yang PBI. Jadi yang PBI akan mendapatkan satu kali booster. Kebutuhan dosisnya adalah sejumlah orang yang mendapatkan booster ditambah buffer 10%," katanya dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Senin (13/9/2021).

Berdasarkan dokumen yang ditampilkan Budi dalam rapat, PBI yang akan mendapatkan vaksinasi dosis ketiga secara gratis ada 87,4 juta jiwa.

Sedangkan masyarakat yang masuk kategori Pekerja Bukan Penerima Upah kelas III (PBPU III) yang selama ini jaminan kesehatannya dibayarkan oleh Pemda, nanti juga akan mendapatkan vaksinasi dosis ketiga secara gratis ditanggung oleh Pemda. Pemerintah pusat akan mengalokasikan dananya.

Lalu, ada 93,7 juta jiwa yang harus membayar sendiri jika ingin mendapatkan vaksinasi dosis ketiga. Mereka bebas memilih jenis vaksin yang diinginkan.

"Rakyat bisa membeli vaksin sendiri, jenis vaksinnya nanti akan kita tentukan yang sudah mendapatkan Emergency Use Authorisation dari WHO, dan orang-orang bisa memilih vaksinnya apa secara sama seperti beli obat di apotek. Jadi ini kita akan buka pasarnya agar masyarakat bisa memilih yang mau membeli booster vaksin apa," jelasnya.

Dia menjelaskan skenario tersebut masih rencana. Pemerintah masih perlu melakukan finalisasi lagi 1 atau 2 kali putaran lagi.

"Ini kira-kira skenario untuk vaksinasi tahun depan, masih perlu kita finalisasikan lagi dengan pemerintah sebagai masukan awal buat bapak/ibu dewan yang terhormat," papar Budi.

Selain itu pemerintah juga menambah kuota bagi anak-anak yang masuk usia 12 tahun untuk mendapatkan vaksinasi pada tahun depan.

"Kita juga akan menyuntikkan anak-anak yang masuk umur 12 tahun itu ada 4,4 juta. Nah itu disuntik nya dua kali. Itu yang akan dibayar oleh negara/APBN," tambahnya.

Simak juga video 'WHO Minta Pemberian Booster Vaksin Covid Ditahan Sampai Akhir 2021':

[Gambas:Video 20detik]



(toy/ara)