Holding BUMN Ini Target 100 Senyum Sentra Layanan Ultra Mikro di 2021

Nurcholis Maarif - detikFinance
Selasa, 14 Sep 2021 08:30 WIB
Sejumlah warga mendatangi Bank BRI Unit Rorotan, Jakarta. Mereka mengantre untuk mendapatkan Banpers Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp 1,2 juta.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Holding BUMN ultra mikro menargetkan 100 unit kerja Bank BRI bisa menjadi Senyum sentra layanan ultra mikro di tahun 2021. Senyum Sentra layanan ultra mikro tersebut nantinya bisa digunakan anggota holding ultra mikro, yaitu PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, untuk memberikan layanannya kepada masyarakat.

Ketua Project Management Office (PMO) Tim Privatisasi BRI Catur Budi Harto mengatakan co-location dan berbagai inisiatif telah dilakukan ketiga entitas holding ultra mikro sejak Juli 2021 hingga diresmikan hari ini.

"Selama proses tersebut, telah banyak inisiatif dan langkah-langkah strategis yang dilakukan tim PMO demi terwujudnya holding ultra mikro ini. Saya akan menyampaikan apa saja yang telah tim PMO holding ultra mikro lakukan selama proses," ujarnya dalam Penandatanganan Perjanjian Pengalihan Saham dalam Rangka Pembentukan Holding Ultra Mikro, Senin (13/9/2021).

"Tim PMO terdiri anggota berasal dari sinergi tiga entitas yang dibentuk untuk mengawal dan memastikan proses integrasi sesuai rencana dan waktu yang ditetapkan," imbuhnya.

Pertama, implementasi inisiatif co-location di 58 unit kerja BRI dan menargetkan 100 unit kerja co-location pada tahun 2021. Inisiatif co-location memanfaatkan jaringan kerja BRI untuk dapat digunakan oleh Pegadaian dan PNM dalam bentuk sentra layanan ultra mikro.

Kedua, pengembangan UMi Corner, yaitu sebuah platform digital yang terintegrasi dan saat ini telah memasuki tahap uji coba di 25 wilayah kerja. UMi Corner melibatkan tenaga pemasar dari ketiga entitas. Ketiga adalah integrasi data yang dilakukan pada sekitar 20 juta nasabah pinjaman dari ketiga entitas.

"Keseluruhan data tersebut dikumpulkan pada satu master data yang dapat diakses dimanfaatkan oleh masing-masing entitas," ujarnya.

"Yang keempat, melakukan modul pre-screening pinjaman, yang akan menjadi salah satu fitur UMi Corner. Modul tersebut akan menggunakan basis data yang terintegrasi, yang dapat memperkuat model underfitting pinjaman. Yang kelima, melakukan alignment culture, antara BRI, Pegadaian dan PNM dengan fokus pada AKHLAK menjadi budaya BUMN dan diikuti budaya BRI, one culture," jelasnya.

Lebih lanjut Wakil Direktur Utama BRI tersebut menjelaskan selain inisiatif tersebut, tim juga akan memaksimalkan inisiatif lain yang dilakukan sesuai rencana. Sehingga progres integrasi BRI, Pegadaian dan PNM dalam holding ultra mikro akan berjalan lancar.

"Holding Ultra Mikro ini akan memberikan akses kemudahan percepatan, dan kesempatan yang lebih besar kepada industri ultra mikro untuk tumbuh dan berkembang lebih cepat dan kontributif, sehingga dapat membantu penciptaan lapangan kerja baru. Ini adalah cita-cita bangsa dan harapannya menjadi hadiah untuk Indonesia," pungkasnya.

Untuk informasi lebih lengkap, ikuti beritanya di https://sinergiultramikro.detik.com/.



Simak Video "Agen Brilink ini Mirip Banget dengan Kantor Bank Beneran!"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)