Nah Lho! Raksasa Rokok Dunia Ketahuan Bayar Suap di Afrika

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 14 Sep 2021 09:27 WIB
Perusahaan rokok nomor dua di dunia British American Tobacco mengembangkan vaksin virus Corona dari tembakau. Mereka mengaku siap untuk menguji vaksin tersebut.
Ilustrasi/Foto: AP/Tsvangirayi Mukwazhi
Jakarta -

Investigasi Panorama BBC menemukan bukti yang menunjukkan kalau salah satu perusahaan terbesar Inggris membayar suap kepada mantan pemimpin Zimbabwe Robert Mugabe.

Melansir BBC, Selasa (14/9/2021), berdasarkan bukti dokumen yang ditemukan menunjukkan perusahaan rokok British American Tobacco (BAT) terlibat dalam negosiasi untuk membayar antara $300.000 dan $500.000 (sekitar Rp 4,2 miliar - Rp 7,1 miliar dengan kurs Rp 14.200/dolar) kepada partai Zanu-PF Mugabe pada 2013.

Dokumen tersebut juga mengungkapkan BAT membayar suap di Afrika Selatan dan menggunakan pengawasan ilegal untuk merusak saingannya. Hal ini tentu sangat bertolak belakang dengan yang dikatakan BAT, di mana mereka mengatakan kalau pihaknya berkomitmen pada standar tertinggi perilaku perusahaan.

Pemerintahan Presiden Mugabe selama 37 tahun dijamin melalui pemilihan yang dinodai oleh tuduhan penipuan dan kekerasan. Dia digulingkan pada 2017 dan meninggal pada 2019. Partai berkuasa Zanu PF sekarang berada di bawah kepemimpinan baru.

Dalam penyelidikan bersama dengan Biro Jurnalisme Investigasi dan Universitas Bath, Panorama memperoleh ribuan dokumen yang bocor. Mereka menunjukkan bagaimana BAT mendanai jaringan hampir 200 informan rahasia di Afrika bagian selatan.

Sebagian besar pekerjaan ini dialihdayakan ke perusahaan keamanan swasta Afrika Selatan bernama Forensic Security Services (FSS). FSS secara resmi ditugaskan untuk memerangi perdagangan rokok di pasar gelap, namun mantan karyawan mengatakan kepada BBC bahwa mereka melanggar hukum untuk menyabot pesaing BAT.

Dokumen internal menunjukkan dalam satu operasi, staf FSS diperintahkan untuk menutup tiga pabrik rokok milik pesaing BAT di Zimbabwe. FSS membayar perusahaan lokal untuk melakukan pengawasan di pabrik Tembakau Savanna pada tahun 2012, tetapi perusahaan itu tertangkap.

DI sisi lain, BAT menolak menjawab pertanyaan Panorama tentang pembayaran Zimbabwe, tetapi tidak menyangkal membayar suap kepada Robert Mugabe. Hal ini tentu melanggar hukum di Inggris. Berdasarkan hukum tersebut, perusahaan asal Inggris dilarang untuk membayar suap, di mana pun pembayaran itu dilakukan (termasuk di Zimbabwe).

Lihat juga video 'Gudang Rokok Ilegal di Babel Digerebek Polisi':

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)