Holding Ultra Mikro Sudah Terbentuk, What's Next?

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Selasa, 14 Sep 2021 19:16 WIB
Gedung BRI
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Holding Ultra Mikro yang melibatkan tiga entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Madani (Persero) atau PNM resmi terbentuk. Lantas, bagaimana langkah selanjutnya?

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut hadirnya holding itu akan memperkuat masing-masing bisnis perseroan. Menurutnya, BRI, Pegadaian dan PNM akan saling melengkapi dan memberikan layanan keuangan yang terintegrasi untuk keberlanjutan pemberdayaan usaha ultra mikro.

"Melalui co-location jejaring layanan BRI ke depan akan dilengkapi pula dengan loket-loket Pegadaian, maupun pos para account officer dari PNM Mekaar. Bahkan melalui berbagai simulasi, co-location mampu mencatatkan efisiensi karena menekan biaya operasional dan biaya dana," ujarnya dalam acara Penandatangan Perjanjian Pengalihan Saham Dalam Rangka Pembentukan Holding Ultra Mikro.

Senada dengan Eric, Direktur Utama BRI Sunarso menambahkan dalam memberikan pembiayaan kepada sektor mikro, selalu tantangannya membutuhkan saluran yang lebih luas sehingga melibatkan lebih banyak orang dan biaya yang dikeluarkan juga lebih tinggi. Dia menilai hadirnya holding dinilai mampu menekan hal itu.

"Jadi dasarnya tidak mudah menangani bisnis di segmen mikro apalagi ultra mikro. Selalu tantangannya operational cost tinggi karena harus melibatkan orang banyak dan jaringan banyak. Karena banyak orang jadi human error dan kalau di manajemen risiko namanya operational risk. Jadi ada dua, operational cost dan operational risk tinggi," tuturnya.

Dia pun menuturkan bergabungnya Pegadaian dan PNM ke dalam satu ekosistem ultra mikro ini, maka ke depan produk yang ditawarkan oleh masing-masing perusahan bisa lebih beragam dan dipastikan tidak akan ada produk yang sama antara anggota holding.

"Jadi masing-masing perusahaan nggak bikin produk yang sama bahkan mirip saja nggak usah kalau misalnya produk itu ada di PNM ya nggak usah Pegadaian bikin, ya kalau produk itu ada Pegadaian ya BRI nggak usah bikin," tuturnya.

Selanjutnya, kata Sunarso, BRI sebagai induk Holding Ultra Mikro ke depan juga berencana tak lagi fokus pada penyaluran pinjaman, melainkan memprioritaskan pencairan pendanaan bagi Pegadaian maupun PNM. Sehingga aktivitas pembiayaan bisa dilakukan oleh kedua perusahaan tersebut.

"Tadinya kan cabang-cabang ataupun agen berjajar-jajar, sekarang kan bisa kita efisienkan, satu agen BRILink di situ bisa kasih referral untuk PNM untuk Pegadaian bahkan untuk BRI. Bahkan kalau perlu saya katakan gini nanti ke depan ya, referral untuk lending kasih kredit biar aja ditangani PNM dan Pegadaian, BRI biar fokus cari dana sendiri. Karena pegadaian, PNM kan nggak boleh nyari dana dari masyarakat," jelasnya.

"Jadi BRI biar fokus menangani transaksi-transaksi yang disebut micro finance. Kemudian penyalurannya bisa kita dorong ke PNM dan Pegadaian, supaya dua saudara ini bisa kasih lending dengan biaya lebih murah," pungkasnya.



Simak Video "2 Juta Data Nasabah BRI Life Bocor, Pembahasan RUU PDP Masih Deadlock!"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/hns)