Pesan Erick Thohir ke Holding Ultra Mikro: Beri Kontribusi ke Negara!

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Selasa, 14 Sep 2021 20:17 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Kamis (18/03/2021). Rapat tersebut membahas pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro.
Foto: Rengga Sencaya
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan Holding Ultra Mikro yang terdiri dari tiga entitas perusahaan yakni BRI, Pegadaian dan PNM menjadi tonggak bersejarah berdirinya holding yang memiliki visi ekonomi kerakyatan. Dia pun berpesan 4 hal dari hadirnya transformasi BUMN ini.

"Pertama, kita memastikan bahwa BUMN ini secara korporasi dan apalagi ini perusahaan milik negara bisa memberikan kontribusi yang konsisten dan besar kepada negara," ujarnya dalam acara Penandatangan Akta Inbreng Holding Ultra Mikro secara virtual.

Pasalnya, hingga saat ini BUMN sudah punya track record memberikan Rp 3.295 triliun selama 10 tahun terakhir kepada negara berupa pajak hingga dividen. Erick meyakini hal ini sangat bermanfaat untuk keuangan negara.

"Nah pertanyaannya tentu dengan COVID seperti ini, kita nggak boleh turun, kita harus paling tidak sama atau pun meningkat karena negara pemasukannya berkurang. Salah satunya dengan memastikan supply chain dan ekosistem tadi untuk menjadikan efisiensi sehingga BUMN ini lebih tetap tambah sehat," jelasnya.

Kedua, lanjut Erick, dengan adanya pandemi COVID-19 ini kehidupan masyarakat dan digitalisasi ikut berubah. Menurutnya, BUMN mau tidak mau harus memastikan persiapan agar bisa berkompetisi di pasar yang sangat terbuka.

"Dan ini kita meminta pasca-COVID, BUMN punya bisnis model yang sangat kuat. UMKM ini kita sinergikan supaya kita mempunyai kekuatan bagaimana keseimbangan ekonomi untuk UMKM ini benar-benar terjadi bukan hanya lip service," tuturnya.

Selanjutnya ketiga, Erick berharap dampak hadirnya Holding Ultra Mikro kepada masyarakat benar-benar terjadi. Salah satunya melalui kemudahan pembiayaan, sehingga masyarakat bisa mengakses lebih mudah dan terpercaya.

"Jadi bukan berarti kita juga memberikan akses mudah kepada ya individu yang punya track record yang tidak bagus gitu, tapi yang terpercaya dan kita bisa juga menekan daripada tadi bunganya mereka lebih kompetitif lagi," tuturnya.

Keempat, lanjutnya, bagi internal BUMN, penting untuk meningkatkan dan melanjutkan sinergitas, sehingga bisnis yang dijalankan bisa sesuai arah.

"Karena legasi yang dibangun hari ini, kadang problemnya tuh gak sustainable, ide hari ini, SOP-nya tidak dijalankan, maka ke depannya nggak akan jalan, banyak udah inovasi yang saya lihat bagus-bagus. Jadi ini makanya yang saya tekankan bagaimana transformasi SDM BUMN juga penting jadi tidak hanya transformasi bisnisnya. Jadi ini 4 poin yang kita harapkan juga terjadi untuk hal-hal yang tadi saya sampaikan sebelumnya," pungkasnya.

(prf/hns)