Peternak Siap Tagih Janji Jokowi Turunkan Harga Jagung ke Rp 4.500/Kg

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 15 Sep 2021 17:47 WIB
Suroto, Peternak Blitar yang diamankan polisi saat kedatangan Jokowi bernasib mujur. Berkat kenekatannya membentangkan poster, dia diundang ke Istana Kepresidenan.
Suroto, Peternak Blitar/Foto: Istimewa
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk segera menurunkan harga jagung untuk pakan ternak.

Instruksi itu dikeluarkan setelah Jokowi bertemu dengan para peternak termasuk Suroto, peternak asal Blitar yang sempat diamankan polisi karena membentangkan poster saat Presiden Jokowi berkunjung ke Blitar.

Ketua Pinsar Petelur Nasional Yudianto Yosgiarso mengatakan dalam pertemuan itu, Jokowi sudah menginstruksikan dua menterinya untuk mencari solusi terhadap kenaikan harga pakan. Para peternak pun siap menagih janji tersebut.

"Kondisi pakan mahal, akibat jagung di pasaran kami masih memperoleh harga Rp 6.000. Bapak presiden menginstruksikan peternak harus diberikan jagung dengan harga Rp 4.500 (per kg), kami sangat menagih janji ini. Karena pada saat ini telor, khususnya kami para peternak telur ini mengalami kerugian cukup besar," ucapnya di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (15/9/2021).

Yudianto berterima kasih kepada Jokowi karena telah memberikan perhatian kepada para peternak akibat permasalahan ini. Dia juga berharap Mentan bisa merealisasikan arahan Jokowi tersebut.

"Kami berharap kepada Bapak Menteri Pertanian agar kiranya berkenan memberikan arahan memberikan petunjuk kepada kami peternak, terutama di sentra-sentra peternakan yang tersebar di seluruh Indonesia. Agar realisasi kami menerima jagung dengan harga Rp 4.500 ini benar-benar dapat terlaksana dengan baik. Dengan demikian maka satu sisi HPP dari peternak bisa turun sehingga peternak dapat mengurangi kerugian," ucapnya.

Di tempat yang sama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan ada beberapa petunjuk yang diberikan Jokowi. Pertama mendorong Kementan dan Kemendag untuk melakukan langkah cepat.

"Perintahnya kepada Mendag dan Menteri Pertanian adalah melakukan langkah cepat minggu ini juga agar kebutuhan jagung khususnya di tiga tempat yang bersoal, Klaten, Blitar dan Lampung bisa tertangani dengan harga yang sangat normatif. Kalau perlu menggunakan subsidi-subsidi tertentu untuk tiga daerah sentra itu," ucapnya.

Kedua, lanjut Syahrul menstabilkan volatilitas harga jagung. Upayanya dengan mendekatkan sentra peternakan dengan tempat produksi jagung.

Menteri Perdagangan M Lutfi menambahkan, telah terjadi ketidakseimbangan dalam industri perunggasan. Hal itulah yang mendorong kenaikan harga pakan ternak.

"Ini menyebabkan ongkos daripada produksi petani atau peternak layer dan broiler ini menjadi sangat tinggi sedangkan karena covid harga kebutuhan itu menurun yang menyebabkan terjadi delta yang besar," ucapnya.

(das/ara)