Harga Jagung Mahal Bikin Rugi, Peternak Bicara Nasib Harga Telur

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 15 Sep 2021 18:05 WIB
Para pekerja melakukan perawatan rutin di peternakan ayam petelur di Blitar, Jawa Timur, (2/2/2021). Peternakan ayam petelur masih menjadi primadona untuk menopang ekonomi masyarakat Blitar di sektor pertanian. Sejarah peternakan telur di Blitar dimulai pada era 80an dan terus tumbuh hingga saat ini. (ARI SAPUTRA/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Peternak telur mengeluhkan harga pakan jagung yang terus melambung tinggi. Mereka mengaku mengalami kerugian hingga Rp 6.000 per kilogram (kg).

Ketua Pinsar Petelur Nasional Yudianto Yosgiarso menjelaskan, saat ini para peternak membeli harga jagung antara Rp 5.800-6.200 per kg. Harga itu jauh lebih tinggi harga kondisi normal.

"Harga jagung ini saat ini di luar ini kami masih membeli dengan range Rp 5.800 sampai dengan Rp 6.200. Dan syukur Pak Jokowi menjanjikan Rp 4.500 dengan kuantiti 30.000 ton," tuturnya di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (15/9/2021).

Para peternak siang tadi bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Perdagangan M Lutfi diinstruksikan agar melakukan upaya cepat menurunkan harga pakan jagung menjadi Rp 4.500 per kg.

Namun dirinya masih berharap janji pemerintah itu bisa benar-benar terealisasikan. Sebab jika tidak dampaknya juga akan terjadi di harga telus.

"Perlu diingat lagi bahwa kami para peternak sebenarnya tidak menghendaki harga telur tinggi, tetapi kami hanya sebagai pengusaha di tingkat hilir maka kami hanya bisa menerima kalau harga pakan naik, semuanya naik, biaya operasional naik maka semuanya akan naik," ucapnya.

Yudianto mengatakan, jika peternak tidak menaikkan harga telur, maka mereka akan rugi. Besaran kerugian yang ditaksir berkisar Rp 5.000-6.000 per kg.

"Kerugian saat ini per kilo, peternak mengalami kerugian sekitar Rp 5.000-6,000 tergantung efisiensi yang ada di kandang masing-masing," tuturnya.

(das/ara)