Deretan Pekerjaan-Usaha yang Beralih ke Digital Gegara Pandemi

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 15 Sep 2021 18:27 WIB
Rhenald Kasali
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Pandemi menuntut semua bidang usaha untuk melek dengan digitalisasi. Pakar Bisnis Rhenald Kasali, mengungkap setidaknya ada 10 bidang usaha yang kini berubah secara permanen dalam layanan digital.

"Setidaknya ada 10 bidang usaha yang telah berubah secara permanen. Ke 10 bidang tersebut adalah kuliner, pendidikan, hiburan, donasi sosial, alat pembayaran, logistik,fashion, periklanan, media, dan sektor perumahan. Kini semua pengusaha secara voluntary melakukan shifting ke layanan digital," kata dia dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (15/9/2021).

Dalam bidang donasi sosial, dia mencontohkan saat Menteri Sosial Tri Rismaharini menghadirkan lembaga sosial 4.0 Crowd Funding Kitabisa.com untuk memobilisasi donasi publik pada korban-korban bencana.

"Penggunaan metode baru dalam memobilisasi bantuan mampu memberi bantuan "on the spot" yang menembus batas-batas birokrasi. Social crowdfunding yang dilakukan Kitabisa.com menghilangkan persoalan-persoalan sosial," tuturnya.

Tidak hanya ke 10 bidang usaha itu, profesi-profesi seperti dokter, ahli farmasi, perbankan, dosen, ahli statistik yang semula sulit beradaptasi dan berubah haluan kini langsung menemukan dan langsung menyesuaikan diri selama pandemi.

Rhenald mencontohkan lagi bagaimana kini dokter bisa memberikan layanan konsultasi melalui secara virtual, atau Telehealth.

"Diketahui sebelum pandemi para ahli farmasi dan regulator kesehatan terkesan menolak pemeriksaan kesehatan jarak jauh dan pemberian resep obat tanpa kehadiran fisik pasien. Proses perubahan kedepan mulai terlihat wujudnya, kendati masih dinamis," jelasnya.

Lalu, diulas pula mengenai 10 perubahan besar di masa pandemi ini. Mulai dari perubahan prioritas konsumen, tenaga kerja, kreativitas, meningkatnya menggunakan collaborative robot, belajar tanpa tujuan mengejar degree, konsumsi untuk membuat konten, rumah, transportasi publik, wisata dan ledakan kecerdasan.

"Perubahan Prioritas Pelanggan Seluruh Konsumen, Pusat Maupun Pinggiran Semakin Berfokus Pada Kesehatan & Keluarga. Selama 2020, Kunjungan Aplikasi Telemedicine di Indonesia Meningkat 600%," katanya.

Perubahan mengenai ledakan kreativitas ini disinggung mengenai meningkatnya pelayanan drive thru, makan di mobil dan memesan makanan online. Masing-masing peningkatannya naik 140%, 35%, dan 97%. Data ini dihimpunnya dari Dara Google Trends dan LD FEB UI, Desember 2020.

Lalu, ada pula perubahan penggunaan transportasi publik ke transportasi pribadi. Hal itu dibuktikan dengan Penjualan mobil pribadi ritel di Indonesia mencapai 387.873 unit sepanjang semester I/2021. Volume ini naik 33,5 persen dari tahun 2020.

"Sedangkan penjualan mobil dari pabrik ke dealer (wholesaler) sebanyak 393.469 unit. Angka ini tumbuh 50,8 persen dibandingkan capaian tahun lalu, yakni 260.932 unit," ungkapnya.

Lihat juga video 'Upaya Cegah Karhutla, Kapolri Luncurkan Aplikasi ASAP Digital':

[Gambas:Video 20detik]



(dna/dna)