Jawa-Bali Masih Krisis Listrik

Jawa-Bali Masih Krisis Listrik

- detikFinance
Jumat, 07 Apr 2006 14:04 WIB
Jakarta - Pasokan listrik untuk Jawa-Bali masih belum sepenuhnya normal. Untuk Jumat (7/4/2006) malam, sistem Jawa-Bali masih mengalami kekurangan listrik sebesar 250 megawatt (MW).Namun kekurangan pasokan listrik itu lebih rendah dibandingkan Kamis 6 April kemarin, saat sistem Jawa-Bali mengalami kekurangan hingga 500 MW."Untuk malam ini bebannya agak rendah karena mendekati akhir pekan, jadi beban biasanya turun sekitar 200 MW," kata Muldjo Adji, General Manager Pusat Pengendalian dan Pengaturan Beban (P3B) Jawa-Bali PLN kepada detikcom.Muldjo menambahkan, pihaknya sudah meminta bantuan dari PLTU Cilacap untuk mengamankan pasokan listrik pada sistem Jawa-Bali. "Mereka bilang akan mengusahakan dan siap bekerjasama membantu maksimal 300 MW. Sekarang masih melakukan testing-testing sehingga belum bisa diatur," tambah Muldjo.Menurut Muldjo, jika PLTU Cilacap merealisasikan bantuan pasokan listriknya, maka sistem Jawa-Bali tidak akan kekurangan listrik lagi. "Tapi kalau ternyata ada sesuatu misalnya masalah internal dan mereka (PLTU Cilacap) tidak bisa, kita harapkan masyarakat membantu lagi," ujar Muldjo.Untuk realisasi sistem Jawa-Bali, Muldjo Adji memberikan apresiasinya kepada masyarakat yang telah membantu menghemat listrik. Kekurangan pasokan sebesar 500 MW pada Kamis malam ditutup dari penghematan listrik masyarakat sebesar 327 MW, PLTG Muara Tawar yang dipertahankan pada beban puncak sebesar 100 MW dan bantuan PLTU Cilacap sebesar 155 MW. Dengan kondisi tersebut, PLN memutuskan tidak melakukan pemadaman listrik.Dan untuk kondisi pada akhir pekan ini, lanjut Muldjo, dengan bantuan PLTU Cilacap plus faktor turunnya pemakaian pada Sabtu-Minggu, maka diperkirakan pasokan aman. "Namun kita tetap minta partisipasi masyarakat. Cukup penghematan 50 watt per pelanggan," tegas Muldjo.Sistem Jawa-Bali sempat terganggu karena kurangnya persediaan BBM HSD untuk PLTGU Muara Tawar. Pertamina sendiri sudah menjanjikan akan secepatnya mengirimkan BBM tersebut."Tadi saya cek. Informasi yang saya terima dari Muara Tawar, hari ini katanya kapal tanker merapat di Teluk Semangka dan akan sampai pada 8 April dan selanjutnya kita bongkar," jelas Muldjo.Muldjo tidak khawatir meski BBM sebanyak 340 ribu kiloliter itu baru akan bisa digunakan pada 9 April. "Karena ini kan akhir pekan, pemakaian listrik rendah, jadi untuk sementara pasokan masih aman," tandasnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads