Erick Thohir Angkat JF Hasudungan Jadi Bos Baru di PPA

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 16 Sep 2021 11:38 WIB
JF Hasudungan
Foto: Dok. PPA
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengangkat mengangkat JF Hasudungan sebagai Direktur Special Asset Management PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) (PT PPA/Perseroan). Demikian dikutip dari keterangan resmi perseroan, Kamis (16/9/2021).

Pengangkatan JF Hasudungan ditetapkan melalui Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor SK-309/MBU/09/2021 tanggal 14 September 2021 tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas, dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Pengelola Aset menetapkan susunan baru Direksi PT PPA (Persero).

JF Hasudungan sebelumnya berkarier di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sejak tahun 1991 dengan jabatan terakhir sebagai Senior Executive Vice President Special Asset Management. JF Hasudungan mendapatkan gelar Magister di bidang Manajemen Keuangan dari Universitas Sumatera Utara pada tahun 2005.

"Kehadiran JF Hasudungan di jajaran direksi merupakan bentuk dukungan dari Menteri BUMN selaku Pemegang Saham untuk mewujudkan visi PT PPA sebagai perusahaan turnaround terdepan di Indonesia dan mitra terpercaya di bidang restrukturisasi, investasi, dan pengelolaan aset. PT PPA kini berfokus pada tiga pilar bisnis, yaitu restrukturisasi dan revitalisasi perusahaan BUMN Titip Kelola, pengelolaan Non-Performing Loan (NPL) perbankan, serta solusi inovatif dan efektif Special Situations Fund (SSF)." kata Direktur Utama PT PPA Yadi Jaya Ruchandi.

Berikut susunan terbaru Dewan Komisaris dan Direksi PT PPA sejak tanggal 14 September 2021:

Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Krisna Wijaya
Komisaris: Marwanto Harjowiryono

Direktur Utama: Yadi Jaya Ruchandi
Direktur Investasi 1 dan Restrukturisasi: Rizwan Rizal Abidin
Direktur Investasi 2: Adi Pamungkas Daskian
Direktur Special Asset Management: JF Hasudungan

Tonton juga Video: Emir Moeis Komisaris BUMN, PKB: Mengurangi Kepercayaan Masyarakat

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)