Catat! Ekspor Barang ke 4 Negara Ini Tarifnya Nol Rupiah

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 16 Sep 2021 16:32 WIB
Bank Indonesia (BI) memprediksi neraca pembayaran Maret 2014 surplus pada kisaran US$ 500 juta. Surplus ini didorong peningkatan ekspor non migas, yang telah terjadi beberapa bulan terakhir.
Foto: Agung Pambudhy

Tak cukup sampai di situ, dalam kurun waktu 2019 sampai 2021 masuk dalam proses pengesahan di Indonesia, pada April lalu, DPR meratifikasi IE-CEPA lewat peraturan perundang-undangan. Upaya pemerintah yang cukup lama untuk bisa mendapatkan fasilitas perdagangan diharapkan memberikan manfaat bagi pelaku usaha dalam negeri sehingga kinerja ekspor Indonesia terus meningkat dan mencetak surplus dagang.

"Perjanjian dagang itu tidak selalu cepat prosesnya. Tapi salah satu tupoksi Kemendag adalah mempercepat penyelesaian perjanjian dagang," tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, dia juga menjabarkan mengenai perkembangan neraca perdagangan Indonesia hingga Agustus 2021 yang dapat mencetak surplus sebesar US$ 4,74 miliar. Angka itu merupakan surplus dagang Indonesia terbesar dalam 10 tahun terakhir. "Ini artinya, ekspor kita lebih besar dari pada impor dan ini data dari BPS yang kredibel, independen, objektif, dan valid," kata dia.

Adapun surplus dagang kumulatif Januari-Agustus 2021 tercatat sebesar US$ 19,17 miliar. Pihaknya menilai, angka surplus itu cukup besar dan patut disyukuri karena bisa dicapai meski dalam kondisi pandemi COVID-19.

"Oleh karena itu, ini semua dalam rangka menjadikan RI sebagai bangsa yang mengekspor dan ini kenyataan dan akan terus kita lakukan. Penting bagi kita semua gimana cara meningkatkan ekspor, gimana cara ekspor dan negara mana, serta barang apa," pungkasnya.


(fdl/fdl)