Potensi Perikanan Natuna di Tengah Bayang-bayang Kapal Perang China

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 20 Sep 2021 07:00 WIB
Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) menangkap 29 kapal pencuri ikan di wilayah perairan Natuna sepanjang 2017.
Foto: Eduardo Simorangkir

Nah soal kapal China yang mondar-mandir, menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Bakamla RI Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita mengatakan hal itu memang wajar terjadi. Pasalnya, wilayah tersebut merupakan pintu masuk dan keluar kapal yang melalui Selat Sunda dan Selat Malaka.

"Di Laut Natuna Utara memang banyak kapal asing karena wilayah tersebut merupakan pintu masuk dari dan keluar lalu lintas kapal yang melalui Selat Sunda dan Selat Malaka," ujar Wisnu.

Wisnu mengatakan Bakamla telah mengajukan rekomendasi kebijakan dan strategi menghadapi situasi di perbatasan termasuk di Laut China Selatan ke Kemenkopolhukam. Disebutkan dalam situasi di wilayah perbatasan tidak hanya memerlukan kehadiran aparat namun juga pelaku ekonomi.

"Dalam rekomendasi Bakamla, untuk menghadapi situasi di wilayah perbatasan, diperlukan tidak saja kehadiran aparat, tetapi juga pelaku ekonomi termasuk nelayan dan kegiatan eksplorasi ESDM serta penelitian," kata Wisnu.

Di tengah memanasnya Laut Natuna Utara, pemerintah baru saja membawa pulang teknologi canggih pembuatan kapal asal Inggris. Hal ini dinilai bakal menjadi jawaban pemerintah dalam mengamankan Laut Natuna, khususnya pada ancaman kapal perang China.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto baru saja membawa pulang teknologi kapal perang canggih jenis Frigate tipe Arrowhead 140. Ini merupakan kerja sama pemerintah Indonesia dengan Inggris.

Menurut Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad teknologi kapal ini merupakan yang tercanggih dari kapal perang yang ada dan bakal menjadi jawaban Prabowo untuk mengamankan Laut Natuna Utara dari ancaman kapal perang China.

Dasco mengatakan kerja sama ini akan menciptakan ratusan kapal Frigate. Pria yang juga menjadi Wakil Ketua DPR ini yakin, adanya kapal itu akan membuat China takut berkeliaran di Indonesia.

"Yakinlah angkatan laut China akan gemetar melihat Frigate tipe Arrowhead 140 berpatroli di lautan Indonesia, dan akan berpikir dua kali untuk wira-wiri di lautan Natuna lagi," tegas Dasco dalam keterangan tertulisnya.


(hal/fdl)