Lebih Parah dari Inflasi, Miliarder Lagi 'Ketakutan' Sama Hal Ini

Siti Fatimah - detikFinance
Senin, 20 Sep 2021 09:33 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat naik hingga hampir 20 poin tapi kemudian melambat lagi. Investor belum bersemangat sehingga perdagangan berjalan lesu. Pada penutupan perdagangan Sesi I, Jumat (14/11/2014), IHSG turun tipis 4,732 poin (0,09%) ke level 5.043,936. Sementara Indeks LQ45 melemah tipis 0,233 poin (0,03%) ke level 864,319.
Miliarder Lagi 'Ketakutan' Sama Hal Ini, Apa Ya?

Harga konsumen menjadi fokus bagi investor, naik di bulan Juni dan Juli atau 12 bulan tercepat sejak 2008 lalu. Namun, Rubenstein meyakini bahwa inflasi akan mereda dari tingkat tinggi ini, meskipun mungkin tetap di atas target Fed untuk inflasi rata-rata sekitar 2%.

"Saya tidak berpikir dunia akan hancur jika kita memiliki inflasi 3% atau 4%. Kita baru saja terbiasa dengan inflasi yang rendah," katanya.

Rubenstein, ketua non-eksekutif di Carlyle yang berbasis di Washington, DC, menunjukkan bahwa negara-negara seperti Jepang telah mencoba dan kemudian gagal menciptakan inflasi. Inflasi yang lebih tinggi akan memungkinkan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga, memberikan ruang untuk menurunkannya lagi selama resesi berikutnya.

"Ini akan mengeluarkan kita dari lingkungan suku bunga rendah artifisial yang kita miliki sekarang. Akan ada kenaikan pajak. Tidak diragukan lagi. Alasannya kita butuh pemasukan. Dan kita tidak disiplin memotong pengeluaran," pungkasnya.


(fdl/fdl)