Terjepit Pandemi, Taksi Thailand Disulap Jadi 'Kebun'

Elsa Azzahra - detikFinance
Senin, 20 Sep 2021 14:01 WIB
Kebun Taksi
Foto: 'Kebun' Taksi (Getty Images via BBC)
Bangkok -

Tingginya kasus COVID-19 di Thailand membuat para pengemudi taksi sepi penumpang. Imbas sepinya penumpang, para pengemudi semakin sulit memperoleh penghasilan dan semakin sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Buah keresahan mereka, para pengemudi taksi itu pun akhirnya memutuskan untuk melakukan aksi unjuk rasa. Namun, aksi yang mereka lakukan terbilang unik.

Taksi yang sudah lama tidak digunakan alias menganggur dijadikan pot untuk tanaman yang mereka tanami sebagai bentuk protes dan juga hasil dari tanaman tersebut diduga dipakai untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka sehari-hari.

Thailand yang saat ini mengalami kasus COVID-19 dengan kasus berkisar di bawah 15.000 kasus kematian dalam beberapa hari ini, mengkonfirmasi sudah lebih dari 1,4 juta kasus COVID-19 secara keseluruhan.

Dalam laporan BBC, diketahui bahwa terdapat dua koperasi taksi yang telah melakukan unjuk rasa yaitu koperasi taksi Ratchapruk dan Bovorn yang berada di Bangkok. Tanaman yang ditanam antara lain, tomat, mentimun dan kacang panjang.

"Ada 500 mobil yang tersisa di jalan-jalan Bangkok, dengan 2.500 duduk diam di sejumlah lokasi kota." Menurut eksekutif Thapakorn Assawalertkul, dikutip Senin (20/09/2021)

Situasi ini membuat perusahaan taksi mengalami bahaya keuangan, karena mereka harus berjuang membayar pinjaman yang telah dilakukan untuk pembelian armada.

Koperasi Ratchapruk dan Bovorn memiliki hutang sekitar 2 miliar baht atau ($60,8 juta) dan sampai saat ini pemerintah belum menawarkan bantuan keuangan.

Menjadikan armada taksi sebagai pot dari tanaman yang akan mereka jadikan bahan makanan tersebut adalah opsi sementara yang mereka bisa lakukan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

(dna/dna)