Tas Branded Dijual dengan Harga Miring, Ini 3 Faktanya

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 20 Sep 2021 18:00 WIB
tas branded palsu
Ilustrasi/Foto: Istimewa
Jakarta -

Fenomena obral tas branded seperti Louis Vuitton (LV) dan Hermes muncul di situs jual beli online. Produk yang identik dengan kehidupan glamor itu dijual oleh para pemilik di tengah pandemi COVID-19.

Berikut 3 faktanya:

1. Dijual dengan Harga Miring

Di situs jual beli OLX misalnya, Hermes Bag Evelyn Mini dijual 'cuma' dengan harga Rp 35 juta. Padahal di situs resmi Hermes, tas dengan panjang 11,4 cm, tinggi 11,8 cm dan lebar 3,1 cm itu dibanderol US$ 3.375 atau Rp 48,15 juta (kurs Rp 14.267).

"Complete set, receipt from hermes paris, no defect, Super like new, Harga baru sekarang Rp 40-43 juta," tulis penjual dikutip detikcom, Senin (20/9/2021).

Lalu ada Hermes Birkin 30 cm Handbag In Bleu Paon dijual dengan harga Rp 135 juta. Di toko online lain dengan barang yang sama, produk ini bisa dijual dengan harga Rp 223 juta.

Beralih ke LV, model Malle Petite Monogram dijual dengan harga Rp 45 juta. Padahal ketika beli baru harga aslinya hampir menyentuh Rp 80 juta. Penjual mengklaim kondisi barangnya masih seperti baru.

"Comes with box, dustbag and receipt (beli di harga 77,5jt rupiah), harga supernett." tulisnya.

2. Orang Kaya Butuh Uang

Penggagas Bazaar Tas Branded Bekas, Marisa Tumbuan mengatakan tas branded yang dijual dengan harga miring itu dikarenakan pemilik yang identik dengan kalangan sosialita sedang butuh uang (BU) dan untuk dijual cepat. Tetapi dia tidak setuju jika fenomena ini dinilai sebagai dampak dari pandemi COVID-19.

"Bukan berarti dipukul rata harga tas turun karena Corona. Kalau harga tas turun karena owner BU, iya. Tapi BU karena dampak Corona atau karena faktor lain, kita nggak tahu," ujarnya saat dihubungi.

3. Cara Bedakan Tas Branded Ori atau KW

Cara membedakannya bisa dilihat dari bagian logo tas dan bandingkan dengan logo yang asli. Alangkah bagusnya jika kamu berkesempatan ketemu langsung dengan penjual sebelum melakukan transaksi untuk mencium aromanya, jika berbau seperti bahan kimia atau plastik, tanda tas branded tersebut palsu.

"Dari font labelnya itu walaupun terlihat mirip pasti antara yang asli dan KW berbeda," kata Marisa.

Lalu perhatikan keseluruhan tas dari depan, belakang, bawah, dan interiornya karena tas branded palsu menghadirkan jahitan di bagian yang tidak seharusnya. Perhatikan juga jika material pelengkap yang dijahitkan pada tas terkadang terlalu bersinar atau berwarna pudar.

"Dari hardware-nya itu keliatan. Maksudnya bagian-bagian kerasnya seperti ring atau kaitan tali tas, kaki-kaki tas kalau ada, dan sebagainya," bebernya.

(aid/ara)