Didi Usir Uber dari China, Pemerintah Nggak Senang

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 21 Sep 2021 10:51 WIB
NEW YORK, NY - JUNE 14:  An Uber SUV waits for a client in Manhattan a day after it was announced that Uber co-founder Travis Kalanick will take a leave of absence as chief executive on June 14, 2017 in New York City. The move came after former attorney general Eric H. Holder Jr. and his law firm, Covington & Burling, released 13 pages of recommendations compiled as part of an investigation of sexual harassment at the ride-hailing car service.  (Photo by Spencer Platt/Getty Images)
Didi Usir Uber dari China, Pemerintah Nggak Senang
Jakarta -

Perusahaan penyedia aplikasi layanan taksi online asal China, Didi, saat ini telah berhasil mendominasi pasar ride-hailing di negaranya tersebut. Berkat itu pula perusahaan ini berhasil menekan saingannya Uber untuk keluar dari pasar China.

Melansir dari CNN, Selasa (21/9/2021), perusahaan yang didirikan oleh Cheng Wei ini berhasil mengumpulkan hampir 160 juta pengguna aktif bulanan pada kuartal pertama tahun ini di China, hampir dua kali lipat jumlah pengguna yang dimiliki Uber di seluruh dunia.

Meski demikian, nampaknya pemerintahan Negeri Tirai Bambu itu nampak tidak cukup senang dengan kondisi ini. Saat ini Didi telah menjadi salah satu target paling menonjol dari tindakan keras China terhadap perusahaan teknologi swasta yang yang terlalu mendominasi pasar.

Hal ini tentu membuat sahamnya telah jatuh lebih dari 40% sejak regulator mulai menyelidiki perusahaan, menghapus nilai pasar senilai US$ 34 miliar atau sekitar Rp 482,8 triliun (dengan kurs Rp 14.200/dolar AS).

Bahkan pada awal musim panas ini, regulator China melarang Didi dari toko aplikasi sebagai bagian dari penyelidikan terhadap privasi data dan praktik pengumpulannya, yang mengancam pertumbuhannya di masa depan. Tekanan itu bisa membongkar cengkeraman Didi di pasar China kecuali perusahaan itu dapat menenangkan hati pemerintah China.

Meski demikian, pihak perusahaan nampaknya belum memberikan tanggapan terkait permasalahan ini. Selain itu Didi menolak untuk membuat Cheng sebagai pendiri perusahaan tersedia untuk wawancara, dan perusahaan tidak menanggapi pertanyaan tentang Cheng atau bisnisnya.

Sebagai informasi, sebelum mendirikan Didi pada 2012, Cheng adalah manajer penjualan di Alibaba. Cheng mengatakan dia menciptakan Didi sebab dia muak karena tidak bisa mendapatkan taksi selama perjalanan bisnis saat masih bekerja di Alibaba. Pengalamannya itu membuatnya berpikir tentang cara memperbaiki masalah tersebut.

"Saya sedang berpikir, bagaimana kalau membuat aplikasi ride-hailing, sehingga ada lebih sedikit pecundang miskin yang kebanjiran hujan?" Cheng berkata, mengingat pengalaman menyedihkan di Beijing ketika dia tidak bisa memanggil taksi selama berjam-jam selama badai, menurut outlet media.

Cheng mendirikan Didi hanya dengan modal 100.000 yuan (kira-kira $15.000) dari uangnya sendiri, dan 700.000 yuan (kira-kira $110.000) dari Wang Gang, seorang investor yang mengawasi Cheng selama masa jabatannya di Alibaba.

Lihat juga video 'Detik-detik Roket China Tianzhou-3 Meluncur ke Angkasa':

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)