Ada PPKM Berlevel, Ekonomi RI Kuartal III Diramal 5%

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 21 Sep 2021 16:40 WIB
Pertumbuhan ekonomi RI di kuartal II-2021 diramal tembus 7%. BI menyebut hal ini karena pemulihan di sektor pendukung turut mendorong ekonomi nasional.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diberlakukan sejak awal Juli lalu membuat kegiatan masyarakat makin terbatas. Begitupun perekonomian yang mengalami penurunan.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan kondisi ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2021 yang diproyeksi sebesar 5%.

"Pada kuartal III pertumbuhan ekonomi bisa mencapai sekitar 5% year on year dan kuartal IV 4,5%. Tentu saja ini harus dipertimbangkan juga (dipantau) perkembangannya," kata Perry dalam konferensi pers, Selasa (21/9/2021).

Dia mengungkapkan secara keseluruhan tahun 2021 ini pertumbuhan ekonomi mencapai 3,5% - 4,3%.

Dalam rapat dewan gubernur (RDG), PPKM sendiri menjadi salah satu pembahasan. Khususnya pada 2 minggu pertama yang sangat berdampak pada menurunnya aktivitas dan transaksi ekonomi sampai sektor keuangan.

Namun pembatasan ini demi mengendalikan penyebaran varian delta. Dengan langkah yang dilakukan pemerintah itu kasus varian delta terus menurun hingga bed occupancy rate terus menurun di wilayah luar Jawa.

"Puji syukur dan apresiasi yang terus dilakukan serta langkah bersama untuk mengendalikan COVID-19 dan secara bersama untuk memulihkan perekonomian," jelas Perry.

Perry menambahkan pada minggu ketiga dan keempat Agustus mulai terjadi peningkatan pada aktivitas ekonomi dan keuangan. Tercermin dari kinerja ekspor, PMI manufaktur, penjualan eceran hingga transaksi pada sistem kliring nasional BI hingga pembayaran ritel yang terus meningkat pada minggu ketiga dan keempat.

Ke depan, perbaikan ekonomi diperkirakan terus berlanjut sejalan dengan akselerasi vaksinasi, kinerja ekspor yang tetap kuat, pembukaan sektor-sektor prioritas yang semakin luas, dan stimulus kebijakan yang berlanjut.

(kil/eds)